TORAJA UTARA, GLOBALSIAR.COM (30/10/2026) – Seorang pria lanjut usia bernama Padayya (75) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mendekati wilayah perkebunannya di Lembang Sa’dan Pebulun, Kecamatan Sa’dan, Toraja Utara. Korban ditemukan dalam keadaan mengenaskan oleh tim pencari dan warga setempat di lokasi titik api. Insiden memilukan ini menjadi pengingat keras akan risiko besar yang dihadapi masyarakat akibat fenomena kebakaran lahan di wilayah tersebut.
Berdasarkan informasi lapangan, kejadian bermula saat api mulai melahap vegetasi di sekitar tempat tinggal korban. Didorong oleh rasa khawatir terhadap keselamatan aset dan lahannya, Padayya berupaya memadamkan api dengan peralatan manual seadanya. Namun, kondisi medan yang sulit serta hembusan angin yang kencang diduga membuat api dengan cepat mengepung posisi korban hingga dirinya tidak sempat menyelamatkan diri dari kobaran api yang kian membesar.
Sebelum peristiwa tragis ini terjadi, pihak keluarga menyebutkan bahwa korban sempat mengutarakan kegelisahannya terkait kondisi fisiknya yang semakin lemah serta kekhawatiran terhadap ancaman kebakaran yang terus berulang di lingkungannya. Curhatan tersebut menjadi pesan terakhir yang tidak disangka oleh kerabat dekat sebelum akhirnya korban ditemukan tak bernyawa. Hal ini menggambarkan beban psikologis dan fisik yang dialami warga lansia di daerah rawan bencana karhutla.
Saat ini, jenazah korban telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan secara layak. Otoritas setempat kembali mengimbau warga agar tidak memaksakan diri memadamkan api sendirian dan segera berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran atau BPBD demi menghindari jatuhnya korban jiwa lebih lanjut.
Pihak kepolisian dan BPBD Toraja Utara terus memantau titik-titik api yang masih berpotensi muncul guna mencegah insiden serupa terulang kembali. Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan proaktif dalam melaporkan indikasi munculnya api di lahan kering selama musim kemarau ini demi menjaga keselamatan bersama. Informasi berita ini ditulis ulang oleh GlobalSiar.
















