MEDAN, GLOBALSIAR.COM (23/10/2026) – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan keberhasilan jajarannya dalam menggagalkan penyelundupan 1,16 ton narkotika jenis sabu dari sebuah kapal di perairan Indonesia. Penangkapan besar ini merupakan hasil dari operasi intelijen intensif yang telah dilakukan secara saksama selama tiga bulan terakhir untuk melacak pergerakan jaringan sindikat internasional tersebut.
Dalam penjelasannya, Kapolri menyebutkan bahwa kapal yang menjadi target operasi tersebut sudah mulai terdeteksi sejak berada di perairan internasional sebelum akhirnya bergerak memasuki wilayah teritorial Indonesia. Selama masa pemantauan, petugas mengidentifikasi adanya upaya transfer barang haram di tengah laut dengan menggunakan metode ‘ship-to-ship’ sebagai taktik untuk menghindari pengawasan radar petugas keamanan di pelabuhan resmi.
Keberhasilan operasi ini merupakan buah dari kolaborasi solid antara personel Polri, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta instansi keamanan laut terkait lainnya. Jenderal Sigit menegaskan bahwa langkah tegas ini adalah bagian dari implementasi program Asta Cita pemerintah yang memprioritaskan pemberantasan peredaran gelap narkoba. Dengan disitanya 1,16 ton sabu tersebut, kepolisian mengklaim telah berhasil menyelamatkan jutaan jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkotika di tanah air.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan penyelidikan untuk membongkar jaringan yang lebih luas serta memburu aktor intelektual di balik penyelundupan masif ini. Seluruh barang bukti dan tersangka kini telah diamankan untuk mengikuti proses hukum lebih lanjut sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Rangkaian pengungkapan kasus penyelundupan narkoba skala besar ini dilaporkan kembali oleh GlobalSiar.














