PONTIANAK, GLOBALSIAR.COM (23/10/2026) – Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan penyaluran Bantuan Presiden (Banpres) senilai Rp 240 miliar yang dikhususkan untuk menangani masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Barat. Dana segar ini dialokasikan sebagai langkah konkret pemerintah pusat dalam merespons ancaman bencana asap yang kerap mengganggu stabilitas ekologi dan kesehatan masyarakat di daerah tersebut.
Anggaran yang bersumber dari dana bantuan kepresidenan tersebut ditujukan untuk memperkuat kapasitas operasional satuan tugas di lapangan, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) hingga relawan pemadam api. Fokus utama penggunaan dana ini meliputi pengadaan peralatan pemadaman yang lebih modern serta peningkatan mobilitas personel guna menjangkau titik-titik api di lokasi yang sulit diakses melalui jalur darat.
Selain aspek pemadaman secara teknis, dukungan finansial ini juga mencakup upaya preventif dan mitigasi bencana jangka panjang di Kalimantan Barat. Pemerintah menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap lahan-lahan rawan serta sosialisasi masif kepada masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, terutama saat memasuki musim kemarau ekstrem.
Langkah strategis ini diharapkan mampu meminimalisir dampak kerugian ekonomi dan kerusakan lingkungan yang selama ini menjadi persoalan tahunan di pulau Kalimantan. Seluruh proses realisasi dan penggunaan dana bantuan ini akan dipantau secara ketat agar tepat sasaran dalam menjaga kelestarian hutan dan kualitas udara di wilayah Kalbar, sebagaimana laporan ini ditulis ulang oleh GlobalSiar.













