Polisi Bongkar Praktik Elpiji Oplosan di Pasuruan, 8 Orang Jadi Tersangka Aktivis Greenpeace Panjat Monumen Bundaran HI untuk Latihan Teknis Karhutla Dekati Kantor Pemkot Palangka Raya, Angin Kencang Persulit Pemadaman Daftar 13 Tersangka Kasus Korupsi Proyek Jalan di Sumatera Utara Bertambah Refleksi Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran: Urgensi Kepekaan Terhadap Aspirasi Publik Kontroversi Usulan Luhut Mengenai Revisi Pasal Kerugian Negara dalam UU Tipikor

Headline

Karhutla Dekati Kantor Pemkot Palangka Raya, Angin Kencang Persulit Pemadaman

badge-check


					(KOMPAS.COM/AKHMAD DHANI) Perbesar

(KOMPAS.COM/AKHMAD DHANI)

PALANGKA RAYA, GLOBALSIAR.COM (23 OKTOBER 2026) – Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan semakin mendekati kawasan perkantoran Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Kobaran api yang membakar lahan gambut di sekitar area tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran karena jaraknya yang sangat dekat dengan fasilitas publik. Petugas gabungan segera dikerahkan ke lokasi guna mencegah api meluas ke arah gedung-gedung pemerintahan.

Upaya pemadaman menghadapi tantangan berat akibat hembusan angin yang sangat kencang di lokasi kejadian. Kondisi ini membuat api dengan cepat merambat ke vegetasi kering lainnya, sehingga menciptakan titik-titik api baru yang sulit dikendalikan. Selain faktor cuaca, minimnya ketersediaan sumber air di sekitar titik kebakaran juga menjadi kendala utama bagi tim di lapangan untuk melakukan pembasahan secara maksimal.

Tim pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama para relawan terus berupaya melokalisir api agar tidak terus mendekat ke pusat perkantoran. Berbagai peralatan mulai dari mesin pompa hingga tangki air dikerahkan untuk menjangkau area yang sulit diakses. Meskipun kepulan asap tebal menyelimuti wilayah tersebut, petugas tetap bersiaga di titik-titik rawan guna memastikan situasi tetap terkendali.

Hingga saat ini, monitoring terus dilakukan mengingat potensi munculnya kembali api di bawah permukaan lahan gambut masih sangat tinggi. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap dampak asap yang dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas transportasi di sekitar lokasi. Laporan mengenai ancaman kebakaran lahan di pusat pemerintahan ini disusun kembali oleh GlobalSiar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polisi Bongkar Praktik Elpiji Oplosan di Pasuruan, 8 Orang Jadi Tersangka

23 Oktober 2026 - 15:03 WIB

Aktivis Greenpeace Panjat Monumen Bundaran HI untuk Latihan Teknis

23 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Daftar 13 Tersangka Kasus Korupsi Proyek Jalan di Sumatera Utara Bertambah

23 Oktober 2026 - 13:03 WIB

Refleksi Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran: Urgensi Kepekaan Terhadap Aspirasi Publik

23 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Kontroversi Usulan Luhut Mengenai Revisi Pasal Kerugian Negara dalam UU Tipikor

23 Oktober 2026 - 10:21 WIB

Trending di Ekonomi & Bisnis