SURABAYA, GLOBALSIAR.COM (20 OKTOBER 2026) – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, memberikan tanggapan resmi terkait fenomena antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Jawa Timur. Masalah ini menjadi perhatian serius mengingat dampaknya terhadap kelancaran arus lalu lintas dan produktivitas masyarakat di titik-titik strategis.
Berdasarkan hasil tinjauan di lapangan, Emil menjelaskan bahwa penumpukan kendaraan tersebut dipicu oleh dinamika distribusi serta adanya lonjakan permintaan masyarakat pada periode waktu tertentu. Selain faktor konsumsi, masa transisi atau penyesuaian sistem digitalisasi dalam proses pembelian bahan bakar juga diidentifikasi sebagai salah satu faktor yang memengaruhi kecepatan layanan di gardu pengisian.
Untuk mengatasi kendala tersebut, koordinasi intensif terus dilakukan antara pemerintah daerah dengan pihak Pertamina guna memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga di seluruh wilayah. Pengawasan terhadap rantai pasok energi menjadi prioritas utama demi memastikan tidak ada hambatan teknis yang merugikan konsumen, terutama bagi sektor transportasi logistik yang sangat bergantung pada kestabilan BBM.
Masyarakat diharapkan tetap tenang dan mengikuti prosedur transaksi yang telah ditetapkan untuk mempercepat durasi tunggu di SPBU saat pengisian bahan bakar dilakukan. Upaya pemantauan berkala akan terus dilanjutkan hingga situasi distribusi kembali normal sepenuhnya, dan laporan ini disusun kembali oleh GlobalSiar sebagai referensi informasi publik yang akurat.















