Evakuasi Orangutan Korban Karhutla di Ketapang, Tim Medis Ungkap Kondisi Memprihatinkan Kualitas Udara Jakarta Terburuk Kedua di Dunia Hari Ini Polisi Gagalkan Peredaran 400 Botol Etomidate Senilai Ratusan Juta di PIK Macron Sebut Perang Iran Jadi Pemicu Utama Gelombang Protes di Prancis DPR Tegaskan Tak Pernah Bahas Khusus Pasal Pencalonan Gibran dalam PKPU Paris Membara, Rekor 855 Orang Ditahan Akibat Kerusuhan Masif

Headline

Evakuasi Orangutan Korban Karhutla di Ketapang, Tim Medis Ungkap Kondisi Memprihatinkan

badge-check


					(DOK YIARI) Perbesar

(DOK YIARI)

KETAPANG, GLOBALSIAR.COM (19 OKTOBER 2026) – Upaya penyelamatan intensif dilakukan terhadap sejumlah orangutan yang menjadi korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Tim gabungan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama mitra terkait berhasil mengevakuasi primata tersebut dari lokasi terdampak yang kondisinya sangat memprihatinkan akibat kehilangan habitat aslinya serta kepungan asap tebal.

Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan awal, kondisi orangutan yang baru saja dievakuasi menunjukkan tanda-tanda gangguan kesehatan yang bervariasi dan cukup serius. Beberapa individu ditemukan dalam keadaan kekurangan gizi atau malnutrisi akibat sulitnya mendapatkan sumber pakan alami di tengah lahan yang telah hangus terbakar. Selain itu, paparan asap yang pekat dalam waktu lama memicu gangguan saluran pernapasan akut yang memerlukan penanganan medis segera dari tim dokter hewan di pusat rehabilitasi.

Proses evakuasi di lapangan menghadapi tantangan berat karena medan yang sulit dijangkau dan sisa-sisa api yang terkadang masih muncul di sekitar lokasi. Orangutan cenderung mencari perlindungan di pucuk-pucuk pohon yang belum terbakar habis, sehingga petugas harus melakukan tindakan penyelamatan yang sangat hati-hati untuk mencegah satwa tersebut terjatuh atau mengalami stres berlebih. Intervensi medis dan pemberian suplemen kini menjadi prioritas utama guna memulihkan kondisi fisik primata yang terancam punah ini.

Pihak berwenang mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan segera melaporkan jika melihat satwa liar yang masuk ke area pemukiman akibat terdesak api. Pengawasan di titik-titik rawan kebakaran terus diperketat guna meminimalisir dampak buruk yang lebih luas terhadap ekosistem dan populasi satwa dilindungi di Kalimantan Barat. Laporan mendalam mengenai situasi terkini penanganan satwa di lokasi terdampak ini disusun kembali oleh GlobalSiar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kualitas Udara Jakarta Terburuk Kedua di Dunia Hari Ini

19 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Polisi Gagalkan Peredaran 400 Botol Etomidate Senilai Ratusan Juta di PIK

19 Oktober 2026 - 15:03 WIB

Macron Sebut Perang Iran Jadi Pemicu Utama Gelombang Protes di Prancis

19 Oktober 2026 - 15:00 WIB

DPR Tegaskan Tak Pernah Bahas Khusus Pasal Pencalonan Gibran dalam PKPU

19 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Paris Membara, Rekor 855 Orang Ditahan Akibat Kerusuhan Masif

19 Oktober 2026 - 13:03 WIB

Trending di Headline