JAKARTA, GLOBALSIAR.COM (16/10/2026) – Pemerintah secara resmi memperkenalkan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) sebagai lembaga baru yang dibentuk di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Lembaga ini merupakan bentuk penguatan dari Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) yang sebelumnya telah beroperasi. Fokus utama lembaga baru ini adalah untuk mengoptimalkan pemulihan ekosistem lahan basah yang krusial bagi ketahanan lingkungan nasional.
Pembentukan BPGMN mencerminkan komitmen strategis pemerintah dalam menghadapi krisis iklim melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Berbeda dengan pendahulunya, badan ini diharapkan memiliki kewenangan yang lebih luas serta dukungan anggaran yang lebih stabil guna menjalankan program restorasi secara masif. Penekanan diberikan pada perlindungan lahan gambut dan mangrove sebagai penyerap karbon alami terbesar di wilayah nusantara.
Berbagai pihak menantikan langkah konkret dari BPGMN dalam menyelesaikan isu konflik lahan dan degradasi hutan yang masih menjadi tantangan besar. Integrasi data serta keterlibatan masyarakat lokal dalam setiap program restorasi menjadi faktor penentu keberhasilan lembaga ini ke depan. Transformasi ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memenuhi target pengurangan emisi gas rumah kaca yang telah disepakati di tingkat internasional.
Dalam tahap awal pengoperasiannya, lembaga ini akan fokus pada konsolidasi struktur organisasi dan pemetaan wilayah prioritas di seluruh Indonesia. Keberadaan BPGMN diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi positif bagi warga di sekitar kawasan konservasi melalui skema pemberdayaan yang ramah lingkungan. Laporan mengenai restrukturisasi lembaga lingkungan ini telah disusun kembali oleh GlobalSiar.
















