JAKARTA, GLOBALSIAR.COM (02/10/2026) – Gubernur Jakarta, Pramono Anung, memberikan respons tegas terkait mencuatnya kasus dugaan penipuan lowongan kerja di Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta. Ia mengecam keras tindakan oknum yang diduga meminta uang pelicin hingga mencapai Rp 70 juta kepada masyarakat yang ingin bekerja sebagai petugas pemadam kebakaran.
Pramono menegaskan bahwa praktik pungutan liar dalam proses rekrutmen pegawai pemerintahan sama sekali tidak dapat ditoleransi. Menurutnya, tindakan semacam itu mencederai integritas institusi dan sangat merugikan warga yang sedang berjuang mencari nafkah dengan cara yang jujur. Ia mendesak adanya investigasi menyeluruh untuk mengungkap siapa saja yang terlibat dalam skema penipuan tersebut, terutama jika ada keterlibatan pihak internal.
Dalam pernyataan resminya, Pramono menginstruksikan agar sanksi pemecatan segera dijatuhkan jika terbukti ada aparatur sipil negara atau oknum pegawai yang bermain di balik praktik ilegal ini. Ia berpendapat bahwa teguran lisan atau tertulis saja tidak akan cukup untuk memberikan efek jera terhadap pelanggaran berat yang telah merusak sistem meritokrasi dan transparansi di lingkungan Pemerintah Provinsi Jakarta.
Ke depannya, sistem rekrutmen di setiap kedinasan diharapkan dapat berjalan lebih terbuka dan berbasis kompetensi murni guna menutup celah bagi para calo. Upaya pembenahan birokrasi menjadi poin krusial demi memastikan pelayanan publik tetap bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme yang merugikan rakyat kecil. Laporan mendalam ini disusun kembali oleh tim redaksi GlobalSiar.

















