Bebas Penjara, Indra Kenz Mengaku Kini Tak Punya Rumah Lagi Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Terkait Kasus Kematian Sutrimo Aksi Perampokan di Karawang: Uang Rp 1,3 Miliar Milik WNA Raib Dibawa Kabur Komplotan BNPB Ungkap Karhutla di 6 Provinsi Prioritas Menurun Drastis, Tersisa 96 Hektar Aparat Bubarkan Aksi Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Kampus USTJ Jayapura Aktivitas Tambang Ilegal di Sangihe Diduga Keruk Emas Senilai Rp 200 Miliar

Headline

Kebijakan Siswa Banten Masuk Barak Militer Tuai Kritik Pengamat Terkait Durasi Pelatihan

badge-check


					(Kompas.com Hafizh Wahyu Darmawan) Perbesar

(Kompas.com Hafizh Wahyu Darmawan)

SERANG, GLOBALSIAR.COM (30 SEPTEMBER 2026) – Pemerintah Provinsi Banten mulai menerapkan langkah tegas untuk menekan angka kenakalan remaja dengan mengirimkan sejumlah siswa yang terindikasi bermasalah ke barak militer. Program pembinaan ini secara khusus menargetkan para pelajar yang terlibat dalam aksi tawuran maupun pelanggaran disiplin berat lainnya untuk menjalani pelatihan karakter di bawah pengawasan instruktur militer. Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya insiden kekerasan di kalangan remaja yang dinilai memerlukan intervensi serius dari otoritas terkait.

Pelaksanaan program ini melibatkan kerja sama dengan unsur TNI, di mana para siswa akan ditempatkan di markas militer untuk mendapatkan bimbingan fisik dan mental. Penjabat Gubernur Banten menegaskan bahwa inisiatif tersebut bertujuan untuk memberikan efek jera sekaligus menanamkan nilai-nilai kedisiplinan yang selama ini dianggap mulai memudar di lingkungan sekolah. Melalui pola pelatihan yang terukur, pemerintah berharap para pelajar dapat kembali fokus pada kegiatan akademik dan meninggalkan perilaku negatif yang merugikan masyarakat.

Namun, kebijakan ini tidak luput dari perhatian para ahli pendidikan yang mempertanyakan efektivitas durasi pelatihan yang hanya berlangsung selama dua hari. Pengamat menilai bahwa waktu singkat tersebut dianggap kurang memadai untuk mengubah pola pikir dan perilaku yang sudah terbentuk lama di kalangan siswa bermasalah. Pendekatan militeristik dalam waktu terbatas dikhawatirkan hanya akan memberikan dampak sesaat tanpa menyentuh akar permasalahan psikologis yang mendasari tindakan indisipliner para pelajar tersebut.

Sebagai solusi jangka panjang, para ahli menyarankan agar pemerintah daerah tetap mengedepankan pendampingan psikologis yang berkelanjutan di lingkungan sekolah setelah para siswa menyelesaikan pelatihan di barak. Evaluasi berkala terhadap perilaku siswa pasca-program menjadi kunci utama untuk memastikan tujuan pembinaan karakter ini benar-benar tercapai secara optimal. Laporan mengenai kebijakan pembinaan siswa di wilayah Banten ini disusun kembali oleh GlobalSiar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bebas Penjara, Indra Kenz Mengaku Kini Tak Punya Rumah Lagi

30 September 2026 - 23:06 WIB

Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Terkait Kasus Kematian Sutrimo

30 September 2026 - 23:03 WIB

Aksi Perampokan di Karawang: Uang Rp 1,3 Miliar Milik WNA Raib Dibawa Kabur Komplotan

30 September 2026 - 23:00 WIB

BNPB Ungkap Karhutla di 6 Provinsi Prioritas Menurun Drastis, Tersisa 96 Hektar

30 September 2026 - 20:03 WIB

Aparat Bubarkan Aksi Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Kampus USTJ Jayapura

30 September 2026 - 20:00 WIB

Trending di Headline