Bebas Penjara, Indra Kenz Mengaku Kini Tak Punya Rumah Lagi Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Terkait Kasus Kematian Sutrimo Aksi Perampokan di Karawang: Uang Rp 1,3 Miliar Milik WNA Raib Dibawa Kabur Komplotan BNPB Ungkap Karhutla di 6 Provinsi Prioritas Menurun Drastis, Tersisa 96 Hektar Aparat Bubarkan Aksi Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Kampus USTJ Jayapura Aktivitas Tambang Ilegal di Sangihe Diduga Keruk Emas Senilai Rp 200 Miliar

Headline

Menteri PU Minta Maaf Secara Langsung Atas Kekeringan Sawah 7 Bulan di Bekasi

badge-check


					(KOMPAS.COM/HILDA B ALEXANDER) Perbesar

(KOMPAS.COM/HILDA B ALEXANDER)

BEKASI, GLOBALSIAR.COM (26/09/2026) – Menteri Pekerjaan Umum (PU) melakukan kunjungan kerja yang emosional di wilayah Bekasi guna merespons keluhan serius terkait krisis air yang melanda lahan pertanian setempat. Dalam momen tersebut, Menteri PU secara langsung menyampaikan permohonan maaf kepada para petani yang terdampak kekeringan ekstrem selama tujuh bulan terakhir. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah atas terhambatnya pasokan air irigasi yang sangat krusial bagi produktivitas lahan sawah warga.

Situasi di lapangan menunjukkan kondisi tanah yang pecah-pecah akibat ketiadaan aliran air dalam waktu yang cukup lama sehingga mengancam ketahanan pangan lokal. Para petani mengungkapkan bahwa kegagalan panen berulang kali telah mengakibatkan kerugian ekonomi yang sangat signifikan bagi kesejahteraan keluarga mereka. Menteri PU bahkan terlihat memeluk salah satu petani sebagai bentuk empati mendalam dan komitmen bahwa pemerintah pusat akan segera mengambil tindakan nyata terhadap kesulitan yang dihadapi masyarakat agraris tersebut.

Menanggapi kendala teknis yang terjadi di lapangan, Kementerian PU berjanji akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase dan manajemen distribusi air dari bendungan terdekat. Upaya normalisasi saluran irigasi akan diprioritaskan agar aliran air dapat kembali menjangkau sawah-sawah yang telah lama mengering dalam waktu sesingkat mungkin. Koordinasi dengan berbagai instansi terkait di tingkat daerah juga akan ditingkatkan guna memastikan masalah sistemik ini tidak terulang kembali pada musim tanam berikutnya.

Selain perbaikan infrastruktur fisik secara masif, pemerintah juga mempertimbangkan langkah-langkah mitigasi guna meringankan beban para petani yang kehilangan mata pencaharian selama masa sulit ini. Menteri PU menegaskan bahwa akses terhadap air irigasi adalah hak dasar bagi keberlangsungan sektor pertanian nasional yang tidak boleh terabaikan oleh birokrasi. Ke depannya, pengawasan terhadap ketersediaan air akan diperketat untuk menjaga stabilitas produksi gabah di wilayah penyangga ibu kota. Laporan ini disusun kembali dan ditulis ulang oleh GlobalSiar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bebas Penjara, Indra Kenz Mengaku Kini Tak Punya Rumah Lagi

30 September 2026 - 23:06 WIB

Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Terkait Kasus Kematian Sutrimo

30 September 2026 - 23:03 WIB

Aksi Perampokan di Karawang: Uang Rp 1,3 Miliar Milik WNA Raib Dibawa Kabur Komplotan

30 September 2026 - 23:00 WIB

BNPB Ungkap Karhutla di 6 Provinsi Prioritas Menurun Drastis, Tersisa 96 Hektar

30 September 2026 - 20:03 WIB

Aparat Bubarkan Aksi Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Kampus USTJ Jayapura

30 September 2026 - 20:00 WIB

Trending di Headline