Trump dan Para Pemimpin AI Capai Kesepakatan Strategis Terkait Infrastruktur Energi Penyebab Utama Praktik Korupsi HGB dan HGU di Indonesia Terungkap Mashudi Resmi Mundur dari Jabatan Dirjen Pas Buntut Kasus Lapas Cibinong Bahlil Lahadalia Ungkap Alasan Strategis Prabowo Bentuk Kementerian Koordinator Hilirisasi Listyo Sigit Tetap Sandang Status Polisi Aktif hingga 2027 Usai Dicopot dari Kapolri Prabowo Resmi Lantik Bahlil Lahadalia Jadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi

Headline

Strategi Dedi Mulyadi Atasi Utang Jawa Barat Sebesar Rp 3,4 Triliun

badge-check


					(Dok. Humas Pemprov Jabar) Perbesar

(Dok. Humas Pemprov Jabar)

BANDUNG, GLOBALSIAR.COM (22/09/2026) –  Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan perhatian serius terhadap beban finansial yang dialami Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait akumulasi utang yang mencapai angka Rp 3,4 triliun. Dedi menegaskan bahwa manajemen keuangan daerah harus segera dievaluasi guna mencegah terjadinya krisis fiskal yang lebih dalam. Menurutnya, langkah pertama yang harus diambil adalah melakukan penghematan besar-besaran dan meninjau kembali urgensi dari setiap pengeluaran pemerintah.

Dalam pandangannya, pemerintah provinsi perlu menahan diri untuk tidak meluncurkan proyek-proyek fisik baru yang membutuhkan biaya besar jika hanya akan menambah beban utang daerah. Dedi menyarankan agar fokus pembangunan dialihkan pada perbaikan infrastruktur yang sudah ada dan pelayanan publik dasar yang lebih mendesak bagi warga. Ia berpendapat bahwa keberhasilan pembangunan tidak seharusnya diukur dari kemegahan bangunan baru, melainkan dari efisiensi penggunaan anggaran untuk kesejahteraan rakyat.

Lebih lanjut, Dedi menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan utang agar masyarakat mengetahui dengan jelas peruntukan dan rencana pelunasannya. Ia mengusulkan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai solusi alternatif untuk mendanai program pemerintah tanpa harus terus bergantung pada pinjaman pihak ketiga. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kemandirian ekonomi Jawa Barat serta memastikan generasi mendatang tidak terbebani oleh kewajiban finansial yang ditinggalkan saat ini.

Menutup pernyataannya, Dedi berharap adanya keberanian dari pemangku kebijakan untuk mengambil keputusan yang berorientasi pada stabilitas jangka panjang meskipun harus menunda proyek mercusuar tertentu. Dengan pengelolaan APBD yang sehat, Jawa Barat diharapkan mampu keluar dari jeratan utang dan memiliki ruang gerak fiskal yang lebih luas untuk program pemberdayaan ekonomi masyarakat bawah. Laporan terkait kebijakan anggaran dan dinamika politik di Jawa Barat ini disusun kembali oleh GlobalSiar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Trump dan Para Pemimpin AI Capai Kesepakatan Strategis Terkait Infrastruktur Energi

1 Oktober 2026 - 23:06 WIB

Penyebab Utama Praktik Korupsi HGB dan HGU di Indonesia Terungkap

1 Oktober 2026 - 23:03 WIB

Mashudi Resmi Mundur dari Jabatan Dirjen Pas Buntut Kasus Lapas Cibinong

1 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Bahlil Lahadalia Ungkap Alasan Strategis Prabowo Bentuk Kementerian Koordinator Hilirisasi

1 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Listyo Sigit Tetap Sandang Status Polisi Aktif hingga 2027 Usai Dicopot dari Kapolri

1 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Trending di Headline