KARO, GLOBALSIAR.COM (09/09/2026) – Insiden keracunan massal yang menimpa puluhan siswa sekolah dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo memicu langkah tegas dari pemerintah pusat. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Sumatera Utara secara resmi dicopot dari jabatannya sebagai bentuk pertanggungjawaban langsung atas peristiwa tersebut. Keputusan ini diambil menyusul evaluasi mendalam terhadap pelaksanaan teknis program di lapangan yang dinilai gagal memenuhi standar keamanan pangan.
Peristiwa yang menjadi perhatian publik ini bermula saat sejumlah pelajar mengalami gejala klinis serupa setelah mengonsumsi paket makanan yang didistribusikan melalui program nasional tersebut. Pihak berwenang menemukan adanya indikasi lemahnya pengawasan terhadap vendor penyedia makanan di tingkat daerah. Pencopotan pimpinan wilayah ini diklaim sebagai sinyal keras bahwa aspek kesehatan dan keselamatan anak-anak tidak dapat dikompromikan dalam pelaksanaan kebijakan strategis negara.
Kepala Badan Gizi Nasional Pusat, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa langkah pergantian kepemimpinan di tingkat provinsi dilakukan untuk menjamin perbaikan sistemik dalam manajemen rantai pasok. Selain sanksi personal, pihak BGN juga melakukan peninjauan ulang terhadap seluruh mitra pengadaan makanan di wilayah Sumatera Utara. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mitigasi risiko agar kejadian serupa tidak terulang di daerah lain yang juga sedang menjalankan program penguatan gizi.
Hingga saat ini, proses uji laboratorium terhadap sampel makanan masih berlangsung secara intensif untuk mengidentifikasi zat kontaminan yang menjadi penyebab keracunan. Sementara itu, tim transisi telah ditunjuk untuk memastikan distribusi makanan bergizi bagi siswa tetap berjalan dengan protokol keamanan yang jauh lebih ketat dan terstandarisasi. Laporan mendalam mengenai perkembangan kasus ini telah disusun kembali oleh GlobalSiar.















