Menlu RI Tegaskan Rakyat Indonesia Jadi Korban Utama Dampak Karhutla Sektor Pertanian Alami Kerugian Rp 50 Triliun Akibat Karhutla, Mentan Matangkan Data Lahan Jasa Raharja Perkuat Penanganan Korban Kecelakaan Jelang Nataru 2026/2027 Luhut Tegaskan Alasan Pengurangan Ekspor Gas ke Singapura Langkah Bersejarah, Klub Norwegia Eks Liga Europa Resmi Rekrut Pemain Indonesia Kesiagaan Militer AS Menuju Iran, Serangan Terhadap Fasilitas Nuklir Tunggu Keputusan Trump

Headline

Pemkab Pati Gandeng Ahli Geolistrik untuk Atasi Kekeringan di 25 Desa

badge-check


					(KOMPAS.com/ Kafi) Perbesar

(KOMPAS.com/ Kafi)

PATI, GLOBALSIAR.COM (07/09/2026) – Krisis air bersih yang melanda Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kini semakin meluas dengan tercatat sebanyak 25 desa di tujuh wilayah kecamatan mulai mengalami dampak kekeringan. Menanggapi situasi yang terus berkembang ini, Pemerintah Kabupaten Pati mengambil langkah proaktif untuk mencari solusi permanen guna menjamin ketersediaan air bagi warga yang terdampak kondisi cuaca ekstrem tersebut.

Adapun sebaran wilayah yang terdampak krisis air ini meliputi Kecamatan Jakenan, Jaken, Pucakwangi, Winong, Tambakromo, Gabus, hingga Sukolilo. Sebagai langkah administratif dan operasional, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati telah menetapkan status siaga darurat kekeringan untuk mempermudah mobilisasi bantuan serta koordinasi lintas sektor dalam penanganan bencana di lapangan.

Strategi utama yang akan ditempuh oleh pemerintah daerah adalah dengan melibatkan para ahli geolistrik untuk mendeteksi keberadaan cadangan air tanah di titik-titik yang paling kritis. Melalui teknologi geolistrik, diharapkan lokasi serta kedalaman sumber air bawah tanah dapat dipetakan secara presisi sehingga pembangunan sumur bor dalam di masa mendatang dapat dilakukan secara efektif tanpa risiko kegagalan teknis.

Langkah inovatif ini diharapkan tidak hanya menjadi jawaban jangka pendek, tetapi juga menjadi fondasi ketahanan air yang berkelanjutan bagi masyarakat perdesaan di Pati setiap musim kemarau tiba. Upaya ini merupakan komitmen serius pemerintah dalam memitigasi dampak perubahan iklim dan menjamin hak dasar warga atas air bersih, yang dalam laporan ini disusun kembali oleh tim redaksi GlobalSiar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menlu RI Tegaskan Rakyat Indonesia Jadi Korban Utama Dampak Karhutla

27 Oktober 2026 - 23:06 WIB

Sektor Pertanian Alami Kerugian Rp 50 Triliun Akibat Karhutla, Mentan Matangkan Data Lahan

27 Oktober 2026 - 23:03 WIB

Jasa Raharja Perkuat Penanganan Korban Kecelakaan Jelang Nataru 2026/2027

27 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Luhut Tegaskan Alasan Pengurangan Ekspor Gas ke Singapura

27 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Langkah Bersejarah, Klub Norwegia Eks Liga Europa Resmi Rekrut Pemain Indonesia

27 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Trending di Headline