DPRD Pasuruan Desak Audit Menyeluruh Pesantren Buntut Dugaan Pencabulan 9 Santri Benjamin Netanyahu Labeli Qatar Sebagai Negara Musuh dan Singgung Potensi Serangan ke Doha Siswa SDI Wae Ciu NTT Terpaksa Libur Panjang Pascagempa, Ungkap Kerinduan Kembali Belajar Koalisi Masyarakat Sipil Dorong Bantuan Internasional untuk Atasi Karhutla di Indonesia Badan Geologi Umumkan Fase Erupsi Menerus Gunung Anak Krakatau Telah Berakhir Gen Z Usia 19-25 Tahun Kini Dominasi Pasar Rumah Subsidi Nasional

Headline

Siswa SDI Wae Ciu NTT Terpaksa Libur Panjang Pascagempa, Ungkap Kerinduan Kembali Belajar

badge-check


					(KOMPAS.com/LIDIA PRATAMA FEBRIAN ) Perbesar

(KOMPAS.com/LIDIA PRATAMA FEBRIAN )

MANGGARAI, GLOBALSIAR.COM (7 September 2026) – Kondisi pendidikan di Nusa Tenggara Timur pascagempa bumi kini berada dalam situasi memprihatinkan, terutama bagi para siswa di SDI Wae Ciu yang terpaksa berhenti bersekolah sementara waktu. Gedung sekolah yang mengalami kerusakan serius membuat seluruh aktivitas belajar mengajar harus dihentikan total demi menjamin keselamatan para murid dan pengajar, meninggalkan ratusan anak dalam ketidakpastian mengenai kelanjutan pendidikan mereka.

Rasa rindu yang mendalam terhadap suasana sekolah mulai dirasakan oleh para siswa yang kini hanya bisa menghabiskan waktu di rumah atau di sekitar area pengungsian. Salah satu murid mengungkapkan betapa besarnya keinginan mereka untuk kembali bertemu dengan guru dan rekan sejawat, serta melanjutkan materi pelajaran yang sempat terputus akibat bencana alam yang mengguncang wilayah tersebut beberapa waktu lalu.

Hingga saat ini, fasilitas pendidikan darurat seperti tenda sekolah belum tersedia secara memadai untuk menampung kegiatan belajar mengajar sementara di lokasi terdampak. Kerusakan infrastruktur bangunan SDI Wae Ciu dinilai terlalu berisiko untuk digunakan kembali tanpa adanya renovasi besar, sehingga menuntut adanya solusi cepat dari pihak terkait agar proses edukasi tidak terhenti terlalu lama.

Para orang tua murid dan pihak sekolah sangat berharap pemerintah daerah segera memberikan atensi serta langkah nyata melalui penyediaan sarana belajar transisi. Akses pendidikan yang layak bagi anak-anak di pelosok NTT tetap menjadi hak dasar yang harus segera dipenuhi agar dampak psikologis pascabencana tidak semakin memburuk, sebagaimana laporan ini disusun kembali oleh GlobalSiar.

Masyarakat juga menyoroti pentingnya percepatan rehabilitasi bangunan sekolah di wilayah terpencil agar standar keamanan bangunan tahan gempa dapat diimplementasikan di masa depan. Upaya pemulihan ini diharapkan tidak hanya sekadar membangun kembali fisik sekolah, tetapi juga mengembalikan semangat belajar anak-anak yang sempat terganggu oleh trauma bencana alam tersebut, laporan ini ditulis ulang oleh GlobalSiar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPRD Pasuruan Desak Audit Menyeluruh Pesantren Buntut Dugaan Pencabulan 9 Santri

7 September 2026 - 13:06 WIB

Benjamin Netanyahu Labeli Qatar Sebagai Negara Musuh dan Singgung Potensi Serangan ke Doha

7 September 2026 - 13:03 WIB

Koalisi Masyarakat Sipil Dorong Bantuan Internasional untuk Atasi Karhutla di Indonesia

7 September 2026 - 11:48 WIB

Badan Geologi Umumkan Fase Erupsi Menerus Gunung Anak Krakatau Telah Berakhir

7 September 2026 - 11:04 WIB

Gen Z Usia 19-25 Tahun Kini Dominasi Pasar Rumah Subsidi Nasional

7 September 2026 - 11:01 WIB

Trending di Ekonomi & Bisnis