Zhoumi Super Junior-M Ditunjuk sebagai CEO Perusahaan Gabungan SM-TME Mengintip Replika Tembok Konstantinopel di Balik Layar Serial Mehmed: Fetihler Sultanı Undertale: The Determination Symphony Hadir di Jakarta 11 Oktober 2026 Ekonom: Kerja Sama Indonesia-Rusia Positif untuk Perluasan Ekspor Vicky Shu Akui Hobi Berdagang, Tak Gengsi Cari Job hingga Jualan di Media Sosial IU Siap Rilis Karya Baru pada September 2026, Rilis Video Teaser

Headline

Ribuan Sekolah di NTT Terdampak Gempa M 7.7, Ratusan Rusak Berat

badge-check


					Siswa SDK Waelengga, Kelurahan Watunggene, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, belajar di atas terpal akibat gempa M 7,7 yang mengguncang beberapa waktu lalu(KOMPAS.com/Markus Makur) Perbesar

Siswa SDK Waelengga, Kelurahan Watunggene, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, belajar di atas terpal akibat gempa M 7,7 yang mengguncang beberapa waktu lalu(KOMPAS.com/Markus Makur)

KUPANG, GLOBALSIAR.COM (04/09/2026) – Sebanyak 1.378 sekolah di Nusa Tenggara Timur terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang melanda wilayah tersebut pada Jumat pagi. Bencana alam ini mengakibatkan kerusakan fasilitas pendidikan secara masif di berbagai kabupaten karena guncangan yang sangat kuat. Dampak gempa NTT M 7.7 ini memicu kekhawatiran mendalam terhadap kelangsungan kegiatan belajar mengajar di wilayah terdampak.

Berdasarkan data terbaru, sekitar 502 sekolah di antaranya dilaporkan mengalami kerusakan kategori berat yang membahayakan keselamatan. Kerusakan tersebut meliputi struktur bangunan yang retak parah hingga atap ruang kelas yang runtuh sepenuhnya. Sementara itu, ratusan sekolah lainnya tercatat mengalami tingkat kerusakan ringan hingga sedang yang memerlukan penanganan mendesak dari otoritas terkait.

Peristiwa gempa NTT M 7.7 yang berpusat di laut ini memaksa ribuan siswa dan guru untuk segera mengevakuasi diri ke area terbuka. Banyak gedung sekolah tidak mampu menahan getaran hebat yang berlangsung selama beberapa menit tersebut. Pihak pemerintah daerah kini tengah melakukan validasi data di lapangan untuk memastikan angka pasti kerugian materiil pada sektor pendidikan.

Pemerintah provinsi berencana menyiapkan tenda darurat sebagai ruang kelas sementara agar pendidikan tetap berjalan pasca-bencana. Selain itu, koordinasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan sekolah yang hancur. Berita mengenai dampak kerusakan sekolah ini telah ditulis kembali oleh GlobalSiar berdasarkan laporan lapangan terkini.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Zhoumi Super Junior-M Ditunjuk sebagai CEO Perusahaan Gabungan SM-TME

6 September 2026 - 07:00 WIB

Undertale: The Determination Symphony Hadir di Jakarta 11 Oktober 2026

5 September 2026 - 07:00 WIB

Danantara Dorong Transformasi Menyeluruh Rumah Sakit BUMN di Bawah IHC

4 September 2026 - 20:03 WIB

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Biofuel, Hidrogen, hingga Konservasi Lewat Enam Kesepakatan

4 September 2026 - 19:30 WIB

Filep Wamafma Desak Transparansi Pengelolaan PI 10 Persen BP Tangguh di Papua Barat

4 September 2026 - 18:05 WIB

Trending di Ekonomi & Bisnis