LOMBOK TENGAH, GLOBALSIAR.COM (03/09/2026) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara resmi mendorong peningkatan status administratif Desa Sade di Kabupaten Lombok Tengah dari sekadar desa wisata menjadi desa adat yang diakui secara legal. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah daerah untuk memperkuat fondasi pelestarian nilai-nilai budaya luhur suku Sasak yang telah bertahan selama berabad-abad di tengah gempuran modernisasi pariwisata.
Pj Gubernur NTB menyatakan bahwa transformasi status ini sangat krusial agar masyarakat lokal memiliki otoritas penuh dalam menjaga orisinalitas tradisi mereka. Desa Sade selama ini telah menjadi ikon pariwisata internasional berkat keunikan arsitektur bangunan bambu beratap alang-alang serta tradisi menenun kain tenun khas yang tetap terjaga. Dengan status desa adat, perlindungan terhadap warisan non-bendawi dan tata ruang tradisional akan memiliki payung hukum yang lebih solid.
Selain aspek pelestarian, perubahan status ini diharapkan memberikan ruang otonomi yang lebih luas bagi tokoh adat dan masyarakat setempat dalam mengelola tatanan sosial berdasarkan kearifan lokal. Pemerintah meyakini bahwa pengakuan sebagai desa adat akan memudahkan alokasi dukungan serta pengembangan infrastruktur yang lebih sensitif terhadap nilai-nilai budaya, sehingga kemajuan ekonomi dari sektor pariwisata tidak menggerus identitas asli penduduk Desa Sade.
Inisiatif ini juga diproyeksikan mampu menjadi percontohan bagi desa-desa tradisional lainnya di wilayah NTB dalam mengintegrasikan hukum adat dengan sistem pemerintahan modern. Fokus utama dari kebijakan ini adalah menciptakan keseimbangan antara keberlanjutan ekonomi kreatif dan penjagaan marwah budaya bangsa sebagai aset jangka panjang daerah.
Rencana ini akan segera ditindaklanjuti dengan kajian akademis dan koordinasi lintas sektoral guna memastikan seluruh persyaratan administratif terpenuhi sesuai regulasi yang berlaku di tingkat nasional maupun daerah. Keterlibatan aktif para pemangku kepentingan adat menjadi kunci keberhasilan transisi status ini demi masa depan warisan budaya Lombok yang lebih kokoh. Laporan ini ditulis ulang oleh GlobalSiar.
















