Zhoumi Super Junior-M Ditunjuk sebagai CEO Perusahaan Gabungan SM-TME Mengintip Replika Tembok Konstantinopel di Balik Layar Serial Mehmed: Fetihler Sultanı Undertale: The Determination Symphony Hadir di Jakarta 11 Oktober 2026 Ekonom: Kerja Sama Indonesia-Rusia Positif untuk Perluasan Ekspor Vicky Shu Akui Hobi Berdagang, Tak Gengsi Cari Job hingga Jualan di Media Sosial IU Siap Rilis Karya Baru pada September 2026, Rilis Video Teaser

Headline

Warga Desa Adat Sade Mulai Bangun Mandiri 75 Rumah Adat Tanpa Tunggu Bantuan

badge-check


					(FITRI RACHMAWATI) Perbesar

(FITRI RACHMAWATI)

LOMBOK TENGAH, GLOBALSIAR.COM (31/08/2026) – Masyarakat Desa Adat Sade di Kabupaten Lombok Tengah mulai mengambil langkah konkret untuk memulihkan puluhan bangunan tradisional yang mengalami kerusakan serius. Tanpa menunggu kepastian pencairan dana bantuan dari pemerintah, warga setempat sepakat untuk memulai prosesi penanaman tiang pertama bagi sekitar 75 unit rumah adat atau bale. Keputusan ini diambil sebagai bentuk kemandirian sekaligus upaya menjaga kelestarian warisan budaya yang menjadi ikon pariwisata di Nusa Tenggara Barat.

Proses pembangunan kembali ini dilakukan secara swadaya mengingat kondisi rumah-rumah tersebut yang sudah tidak layak huni akibat faktor usia maupun dampak cuaca ekstrem. Tokoh masyarakat setempat menekankan bahwa kebutuhan akan tempat tinggal yang aman dan representatif sangat mendesak, sehingga inisiatif lokal menjadi jalan keluar utama di tengah ketidakpastian anggaran bantuan. Pengerjaan struktur bangunan ini tetap dilakukan dengan mempertahankan arsitektur asli yang menggunakan material alam seperti bambu, kayu, dan atap alang-alang.

Semangat gotong royong menjadi pilar utama dalam proyek renovasi besar-besaran di lingkungan adat tersebut. Setiap warga bahu-membahu menyumbangkan tenaga dan sumber daya yang mereka miliki untuk mempercepat proses konstruksi fisik. Meskipun biaya yang dibutuhkan secara kolektif tergolong besar, masyarakat Desa Sade berkomitmen penuh agar identitas arsitektur leluhur mereka tetap tegak berdiri tanpa harus bergantung sepenuhnya pada proses birokrasi pemerintah.

Selain sebagai tempat tinggal bagi masyarakat, keberadaan bale-bale ini memiliki fungsi vital bagi keberlangsungan sektor pariwisata daerah yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi warga. Dengan dimulainya tahap penanaman tiang ini, diharapkan daya tarik Desa Adat Sade sebagai destinasi wisata budaya tetap terjaga dan mampu menyambut wisatawan dalam kondisi lingkungan yang lebih tertata. Laporan mengenai inisiatif kemandirian warga ini disusun kembali oleh GlobalSiar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Zhoumi Super Junior-M Ditunjuk sebagai CEO Perusahaan Gabungan SM-TME

6 September 2026 - 07:00 WIB

Undertale: The Determination Symphony Hadir di Jakarta 11 Oktober 2026

5 September 2026 - 07:00 WIB

Danantara Dorong Transformasi Menyeluruh Rumah Sakit BUMN di Bawah IHC

4 September 2026 - 20:03 WIB

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Biofuel, Hidrogen, hingga Konservasi Lewat Enam Kesepakatan

4 September 2026 - 19:30 WIB

Filep Wamafma Desak Transparansi Pengelolaan PI 10 Persen BP Tangguh di Papua Barat

4 September 2026 - 18:05 WIB

Trending di Ekonomi & Bisnis