KUPANG, GLOBALSIAR.COM (17 SEPTEMBER 2026) – Tragedi kemanusiaan pasca-gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) semakin memprihatinkan setelah tercatat sebanyak 94 orang pengungsi dilaporkan meninggal dunia di lokasi penampungan. Lonjakan angka kematian ini menjadi perhatian serius yang menuntut langkah cepat dari otoritas terkait guna menyelidiki faktor penyebab di balik kondisi kesehatan para penyintas yang terus memburuk.
Merespons situasi darurat tersebut, Anggota DPR RI Yohanis Fransiskus Lema mendesak dilakukannya audit menyeluruh terhadap manajemen logistik dan pelayanan kesehatan di kamp-kamp pengungsian. Ia menekankan pentingnya transparansi dalam distribusi bantuan untuk memastikan bahwa kebutuhan dasar seperti nutrisi dan obat-obatan tersalurkan secara tepat waktu dan tepat sasaran kepada warga yang terdampak.
Selain masalah pangan, kondisi sanitasi dan ketersediaan air bersih di pengungsian juga disoroti sebagai pemicu utama kerentanan para pengungsi terhadap berbagai penyakit. Audit yang diusulkan bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan anggaran kebencanaan serta kinerja instansi terkait dalam menangani dampak jangka menengah dari bencana alam yang melanda wilayah tersebut.
Pemerintah diharapkan segera mengambil tindakan preventif yang lebih konkret dan mempercepat transisi dari hunian darurat ke hunian sementara yang lebih layak bagi masyarakat. Penanganan yang komprehensif diperlukan agar tidak ada lagi nyawa yang melayang akibat keterlambatan bantuan atau fasilitas yang tidak memadai di masa pemulihan ini. Laporan ini disusun kembali oleh GlobalSiar.












