Bebas Penjara, Indra Kenz Mengaku Kini Tak Punya Rumah Lagi Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Terkait Kasus Kematian Sutrimo Aksi Perampokan di Karawang: Uang Rp 1,3 Miliar Milik WNA Raib Dibawa Kabur Komplotan BNPB Ungkap Karhutla di 6 Provinsi Prioritas Menurun Drastis, Tersisa 96 Hektar Aparat Bubarkan Aksi Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Kampus USTJ Jayapura Aktivitas Tambang Ilegal di Sangihe Diduga Keruk Emas Senilai Rp 200 Miliar

Headline

94 Pengungsi Gempa NTT Meninggal Dunia, Anggota DPR Desak Audit Menyeluruh

badge-check


					(Kompas.com/Febrianto Adi Saputro) Perbesar

(Kompas.com/Febrianto Adi Saputro)

KUPANG, GLOBALSIAR.COM (17 SEPTEMBER 2026) – Tragedi kemanusiaan pasca-gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) semakin memprihatinkan setelah tercatat sebanyak 94 orang pengungsi dilaporkan meninggal dunia di lokasi penampungan. Lonjakan angka kematian ini menjadi perhatian serius yang menuntut langkah cepat dari otoritas terkait guna menyelidiki faktor penyebab di balik kondisi kesehatan para penyintas yang terus memburuk.

Merespons situasi darurat tersebut, Anggota DPR RI Yohanis Fransiskus Lema mendesak dilakukannya audit menyeluruh terhadap manajemen logistik dan pelayanan kesehatan di kamp-kamp pengungsian. Ia menekankan pentingnya transparansi dalam distribusi bantuan untuk memastikan bahwa kebutuhan dasar seperti nutrisi dan obat-obatan tersalurkan secara tepat waktu dan tepat sasaran kepada warga yang terdampak.

Selain masalah pangan, kondisi sanitasi dan ketersediaan air bersih di pengungsian juga disoroti sebagai pemicu utama kerentanan para pengungsi terhadap berbagai penyakit. Audit yang diusulkan bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan anggaran kebencanaan serta kinerja instansi terkait dalam menangani dampak jangka menengah dari bencana alam yang melanda wilayah tersebut.

Pemerintah diharapkan segera mengambil tindakan preventif yang lebih konkret dan mempercepat transisi dari hunian darurat ke hunian sementara yang lebih layak bagi masyarakat. Penanganan yang komprehensif diperlukan agar tidak ada lagi nyawa yang melayang akibat keterlambatan bantuan atau fasilitas yang tidak memadai di masa pemulihan ini. Laporan ini disusun kembali oleh GlobalSiar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bebas Penjara, Indra Kenz Mengaku Kini Tak Punya Rumah Lagi

30 September 2026 - 23:06 WIB

Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Terkait Kasus Kematian Sutrimo

30 September 2026 - 23:03 WIB

Aksi Perampokan di Karawang: Uang Rp 1,3 Miliar Milik WNA Raib Dibawa Kabur Komplotan

30 September 2026 - 23:00 WIB

BNPB Ungkap Karhutla di 6 Provinsi Prioritas Menurun Drastis, Tersisa 96 Hektar

30 September 2026 - 20:03 WIB

Aparat Bubarkan Aksi Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Kampus USTJ Jayapura

30 September 2026 - 20:00 WIB

Trending di Headline