MAGELANG, GLOBALSIAR.COM (26 OKTOBER 2026) – Presiden Prabowo Subianto secara tegas menginstruksikan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih untuk segera mengaktifkan mode survival guna menghadapi dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Langkah strategis ini diwujudkan melalui perintah penghematan anggaran besar-besaran di setiap kementerian dan lembaga negara guna menjaga stabilitas serta ketahanan nasional.
Dalam arahannya, Kepala Negara menekankan bahwa efisiensi belanja negara bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan mutlak bagi penyelenggara pemerintahan. Beliau menuntut adanya pemangkasan pada biaya operasional yang tidak mendesak agar sumber daya fiskal dapat dialokasikan secara optimal pada program-program prioritas yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat luas.
Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya disiplin manajemen anggaran yang ketat sebagai fondasi utama dalam memperkuat ekonomi Indonesia. Setiap instansi diminta untuk meninjau kembali skala prioritas kegiatan mereka, memastikan bahwa setiap rupiah dari kas negara digunakan secara efektif dan bertanggung jawab demi meminimalkan pemborosan di tengah situasi dunia yang menantang.
Kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih ramping namun tetap produktif dalam memberikan pelayanan publik. Dengan semangat kolaborasi, para menteri diwajibkan menyusun rencana aksi nyata untuk menekan pengeluaran tanpa mengurangi kualitas output kerja instansi masing-masing. Laporan ini disusun kembali oleh GlobalSiar.















