7 Tanda Overtraining saat Lari, Jangan Anggap Sepele Pasukan Israel Tahan 10 Anggota Hamas dalam Operasi di Tepi Barat BNPB: Tiga Kabupaten Paling Terdampak Abu Erupsi Anak Krakatau Mentan: Produksi dan Surplus Beras Nasional Terjaga, Siap Hadapi El Nino Film Horor Sejarah “Lobang Buaya” Karya Hanung Bramantyo Tayang 1 Oktober 2026 Zhoumi Super Junior-M Ditunjuk sebagai CEO Perusahaan Gabungan SM-TME

Nasional

Mentan: Produksi dan Surplus Beras Nasional Terjaga, Siap Hadapi El Nino

badge-check


					Mentan: Produksi dan Surplus Beras Nasional Terjaga, Siap Hadapi El Nino Perbesar

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman.

Sumber: ANTARA/HO-Kementan

JAKARTA (GLOBALSIAR.COM) – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa produksi dan surplus beras nasional tetap terjaga, sehingga pemerintah optimistis mampu menghadapi potensi dampak fenomena El Nino dengan menjaga ketersediaan pangan masyarakat. “Kami optimistis produksi beras nasional aman meski Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan adanya penurunan produksi beras pada Januari-Oktober 2026,” kata Mentan saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (6/9).

Menurut Amran, proyeksi penurunan produksi yang disampaikan BPS perlu dilihat secara proporsional jika dibandingkan total produksi nasional. BPS memperkirakan produksi beras nasional Januari-Oktober 2026 mencapai 31,41 juta ton, turun 0,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai sekitar 31,44 juta ton. Sementara produksi padi dalam bentuk gabah kering giling (GKG) diproyeksikan mencapai 54,52 juta ton, juga turun 0,08 persen. Dengan basis produksi sekitar 34,7 juta ton, penurunan 0,08 persen hanya setara sekitar 30 ribu ton. “(Penurunan) 0,08 persen coba dikali 34,7 juta ton produksi beras nasional. 0,08 persen itu hanya 30 ribu ton, kecil sekali (dibandingkan 34,7 juta ton),” jelasnya.

Mentan optimistis kondisi produksi nasional masih kuat karena Indonesia mencatat surplus pangan, dengan surplus sekitar 4 juta ton pada tahun lalu dan kembali berada dalam kondisi surplus pada tahun ini. “Tahun lalu surplus 4 juta ton, tahun ini juga kan? 30 ribu ton hilang (susut produksi). Sementara kita 4 juta ton dua kali surplus bagaimana?,” tuturnya. Ia menegaskan pemerintah tetap mencermati perkembangan produksi dan tidak menganggap ringan tantangan, terutama kondisi iklim ekstrem El Nino Godzilla. Berbagai langkah mitigasi telah disiapkan, seperti memperkuat pompanisasi dan irigasi, meningkatkan produktivitas, serta mendorong penggunaan benih yang lebih tahan kekeringan. “Dan wajar (terjadi penurunan), karena ada kondisi iklim, tetapi dengan penurunan itu luar biasa kan ini iklim ekstrem El Nino Godzilla. Makanya kami turun, pasang pompa-pompa, kita tidak boleh menyerah,” tegasnya.

Amran menjelaskan pemerintah telah melakukan persiapan jauh sebelumnya, termasuk pompanisasi, irigasi, peningkatan produksi melalui metode tanam baru yang mampu menaikkan produksi padi dari 5 ton menjadi 10 ton per hektare, serta penggunaan benih tahan kekeringan. Upaya ini menjadi bagian dari strategi menjaga produksi pangan di tengah tantangan iklim dengan mendorong produktivitas agar produksi per hektare terus meningkat. Di sisi lain, BPS menegaskan bahwa angka produksi Oktober 2026 yang disampaikan masih merupakan angka potensi atau proyeksi, bukan angka final, sehingga realisasi produksi masih dapat berubah bergantung pada kondisi pertanaman dan perkembangan panen hingga Oktober. Amran menegaskan pemerintah akan terus hadir di tengah petani untuk menjaga produksi. “Kita tidak boleh membiarkan petani jalan sendiri, kita harus turun tangan,” kata Amran.

[Red/SKP]

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BNPB: Tiga Kabupaten Paling Terdampak Abu Erupsi Anak Krakatau

7 September 2026 - 08:41 WIB

Ekonom: Kerja Sama Indonesia-Rusia Positif untuk Perluasan Ekspor

5 September 2026 - 03:00 WIB

Danantara Dorong Transformasi Menyeluruh Rumah Sakit BUMN di Bawah IHC

4 September 2026 - 20:03 WIB

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Biofuel, Hidrogen, hingga Konservasi Lewat Enam Kesepakatan

4 September 2026 - 19:30 WIB

Filep Wamafma Desak Transparansi Pengelolaan PI 10 Persen BP Tangguh di Papua Barat

4 September 2026 - 18:05 WIB

Trending di Ekonomi & Bisnis