PALANGKARAYA, GLOBALSIAR.COM (26 OKTOBER 2026) – Upaya tim satuan tugas dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat ini menghadapi tantangan berat di medan operasi. Para petugas di lapangan melaporkan kesulitan besar dalam menjangkau titik-titik api yang letaknya cukup jauh dari jangkauan akses kendaraan dan sumber air terdekat.
Keterbatasan peralatan teknis, terutama panjang selang air yang tidak memadai, menjadi faktor utama terhambatnya proses lokalisir api. Selisih jarak antara titik air dengan lokasi kebakaran yang cukup signifikan membuat tekanan air berkurang dan tidak mampu mencapai pusat kebakaran secara optimal, sehingga penyebaran api sulit untuk segera dihentikan secara total.
Selain kendala logistik, kondisi geografis dan karakteristik lahan gambut juga menjadi beban tambahan bagi para personel pemadam. Meskipun bagian permukaan lahan tampak sudah berhasil dipadamkan, bara api yang tersimpan di lapisan bawah tanah seringkali muncul kembali secara tiba-tiba akibat suhu panas yang ekstrem, sehingga menciptakan siklus kebakaran berulang yang sangat menyita energi.
Evaluasi mendalam terkait kebutuhan alat pendukung kini tengah dilakukan guna memastikan keselamatan petugas dan efektivitas operasi di masa mendatang. Pengadaan selang dengan spesifikasi yang lebih panjang serta penguatan koordinasi distribusi air dianggap menjadi solusi mendesak untuk mengatasi hambatan di lapangan tersebut. Laporan ini disusun kembali oleh tim redaksi GlobalSiar.














