Pria di Bangkalan Tertipu Imam Mahdi Gadungan Hingga Rp 1,3 Miliar PDI-P Tegas Tolak Usulan Luhut Soal Penghapusan Unsur Kerugian Negara dalam Korupsi Dishut Sumbar Ungkap Status Lahan Sawit di Lokasi Bekas Karhutla Dharmasraya Prabowo Subianto Soroti Sindiran Negara Asing Mengenai Isu Karhutla di Indonesia Jaksa Resmi Tolak Pembelaan Nurman Herin Terkait Klaim Intervensi Penyidik Jet Tempur Mirage 2000D Militer Prancis Jatuh, Satu Pilot Gugur dalam Tugas

Headline

Gunung Semeru Alami 21 Kali Gempa Letusan dalam Enam Jam, Status Siaga

badge-check


					Gunung Semeru Alami 21 Kali Gempa Letusan dalam Enam Jam, Status Siaga Perbesar

Aktivitas Gunung Semeru pada Kamis 27 Agustus 2026. (Foto: Dok/magma.esdm)

JAKARTA (GLOBALSIAR) – Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, tercatat mengalami 21 kali gempa letusan/erupsi selama enam jam terakhir pada Jumat (28/8) mulai pukul 00.00 hingga 06.00 WIB. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, menyebutkan bahwa dalam pengamatan kegempaan tercatat 21 kali gempa letusan dengan amplitudo 10-22 mm dan lama gempa 67-120 detik.

Selama periode yang sama, Gunung Semeru juga mengalami dua kali gempa guguran dengan amplitudo 2-12 mm dan lama gempa 56-88 detik, dua kali gempa hembusan dengan amplitudo 6-8 mm dan lama gempa 52-77 detik, serta dua kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 5-17 mm, S-P 21-46 detik, dan lama gempa 68-113 detik. Secara visual, gunung api terlihat jelas dan asap kawah tidak teramati, dengan cuaca cerah dan angin lemah ke arah tenggara dan selatan.

Saat ini, aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada status Level III atau Siaga. Rekomendasi yang dikeluarkan adalah agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat juga dilarang melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak. Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius lima km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Masyarakat diminta untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. Sementara itu, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) memberlakukan penutupan total jalur pendakian Gunung Semeru sejak 26 Agustus 2026 karena terjadi kebakaran hutan di Blok Ranu Kembang, dan semua pendaki yang berada di kawasan tersebut sudah turun pada Kamis (27/8/2026).

[Red/SKP]

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pria di Bangkalan Tertipu Imam Mahdi Gadungan Hingga Rp 1,3 Miliar

21 Oktober 2026 - 23:06 WIB

PDI-P Tegas Tolak Usulan Luhut Soal Penghapusan Unsur Kerugian Negara dalam Korupsi

21 Oktober 2026 - 23:03 WIB

Dishut Sumbar Ungkap Status Lahan Sawit di Lokasi Bekas Karhutla Dharmasraya

21 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Prabowo Subianto Soroti Sindiran Negara Asing Mengenai Isu Karhutla di Indonesia

21 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Jaksa Resmi Tolak Pembelaan Nurman Herin Terkait Klaim Intervensi Penyidik

21 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Trending di Headline