Zhoumi Super Junior-M Ditunjuk sebagai CEO Perusahaan Gabungan SM-TME Mengintip Replika Tembok Konstantinopel di Balik Layar Serial Mehmed: Fetihler Sultanı Undertale: The Determination Symphony Hadir di Jakarta 11 Oktober 2026 Ekonom: Kerja Sama Indonesia-Rusia Positif untuk Perluasan Ekspor Vicky Shu Akui Hobi Berdagang, Tak Gengsi Cari Job hingga Jualan di Media Sosial IU Siap Rilis Karya Baru pada September 2026, Rilis Video Teaser

Headline

Wamenkomdigi Tekankan Tata Kelola AI di Sektor Keuangan dan Tanda-Tanda Mode Bertahan Hidup

badge-check


					Wamenkomdigi Tekankan Tata Kelola AI di Sektor Keuangan dan Tanda-Tanda Mode Bertahan Hidup Perbesar

Ilustrasi seorang wanita sedang merenung di dekat tumpukan buku. Sumber : ANTARA/HO-Pexels-George Milton

JAKARTA (GLOBALSIAR) – Beragam informasi dari kanal lifestyle, teknologi, otomotif, dan hiburan mewarnai Jumat (28/8), mencakup topik mulai dari tanda seseorang memasuki mode bertahan hidup hingga pentingnya tata kelola kecerdasan artifisial di sektor keuangan.

Ketika menghadapi masa-masa berat, baik terkait masalah pribadi maupun pekerjaan, seseorang umumnya berada dalam survival mode (mode bertahan hidup) dalam menjalani hari-harinya.

Sementara itu, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menekankan pentingnya tata kelola pemanfaatan teknologi AI di sektor keuangan. Perkembangan AI di sektor jasa keuangan dinilai telah memasuki tahap baru dengan kehadiran AI agentik yang memungkinkan sistem mengambil keputusan secara lebih mandiri, termasuk menjalankan transaksi.

“Agentic AI apabila diberikan otoritas tertentu untuk pengambilan keputusan, dia bisa juga melakukan transaksi. Dan transaksi itu dilakukan antara agentic AI juga. AI dan AI berkomunikasi untuk memutuskan transaksi,” kata Nezar.

Ketika AI hanya berfungsi sebagai alat bantu, keputusan akhir masih berada pada manusia. Namun, ketika AI memperoleh kewenangan untuk mengambil keputusan dan mengeksekusi tindakan, konsekuensi kesalahan sistem dapat langsung berdampak pada transaksi dan konsumen. “Risikonya tentu besar juga sehingga mitigasi, regulasi, dalam soal ini harus kita siapkan juga mulai sekarang,” ujarnya.

Pemerintah perlu menyiapkan tata kelola sebelum penggunaan AI dengan tingkat otonomi tinggi berkembang lebih luas. Kerangka tata kelola tersebut perlu mengatur batas kewenangan AI, mekanisme pengawasan manusia, akuntabilitas keputusan, keamanan data, serta mitigasi risiko ketika sistem AI berinteraksi dengan sistem AI lainnya.

Kementerian Komunikasi dan Digital telah memiliki Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 9 Tahun 2023 tentang Etika Kecerdasan Artifisial sebagai acuan pemanfaatan AI secara bertanggung jawab. Pemerintah juga tengah menyiapkan Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Nasional dan panduan etika AI sebagai bagian dari kerangka tata kelola AI Indonesia.

Selain regulasi, perkembangan AI juga mengubah kebutuhan kompetensi di sektor keuangan. Talenta dinilai tidak cukup memahami cara menggunakan AI, tetapi juga perlu menguasai tata kelola data, manajemen risiko AI, keamanan siber, serta aspek etika dan akuntabilitas. “Talenta yang unggul di era AI ini bukan hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi mereka juga harus mampu memastikan teknologi tetap berpihak pada manusia,” kata Nezar.

Nezar menilai Kemkomdigi dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki ruang kerja sama yang strategis untuk memastikan inovasi AI di sektor keuangan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat. Kerja sama dapat mencakup penyelarasan prinsip tata kelola AI, pengembangan talenta, serta pengujian inovasi melalui sandbox lintas sektor.

Bagi masyarakat, tata kelola ini menjadi penting karena keputusan yang dibuat sistem AI di sektor keuangan dapat bersinggungan langsung dengan transaksi, layanan, data pribadi, dan akses terhadap produk keuangan. Pemerintah perlu memastikan perkembangan teknologi tetap disertai mekanisme pertanggungjawaban yang jelas ketika keputusan AI menimbulkan risiko atau kerugian.

[Red/Valda]

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Zhoumi Super Junior-M Ditunjuk sebagai CEO Perusahaan Gabungan SM-TME

6 September 2026 - 07:00 WIB

Mengintip Replika Tembok Konstantinopel di Balik Layar Serial Mehmed: Fetihler Sultanı

5 September 2026 - 13:00 WIB

Undertale: The Determination Symphony Hadir di Jakarta 11 Oktober 2026

5 September 2026 - 07:00 WIB

Vicky Shu Akui Hobi Berdagang, Tak Gengsi Cari Job hingga Jualan di Media Sosial

4 September 2026 - 22:37 WIB

Danantara Dorong Transformasi Menyeluruh Rumah Sakit BUMN di Bawah IHC

4 September 2026 - 20:03 WIB

Trending di Ekonomi & Bisnis