Pria di Bangkalan Tertipu Imam Mahdi Gadungan Hingga Rp 1,3 Miliar PDI-P Tegas Tolak Usulan Luhut Soal Penghapusan Unsur Kerugian Negara dalam Korupsi Dishut Sumbar Ungkap Status Lahan Sawit di Lokasi Bekas Karhutla Dharmasraya Prabowo Subianto Soroti Sindiran Negara Asing Mengenai Isu Karhutla di Indonesia Jaksa Resmi Tolak Pembelaan Nurman Herin Terkait Klaim Intervensi Penyidik Jet Tempur Mirage 2000D Militer Prancis Jatuh, Satu Pilot Gugur dalam Tugas

Headline

Korban Tewas Banjir Bandang Nepal-Tibet Hampir 400 Orang, 1.400 Lainnya Masih Hilang

badge-check


					Korban Tewas Banjir Bandang Nepal-Tibet Hampir 400 Orang, 1.400 Lainnya Masih Hilang Perbesar

Seorang penyintas banjir kembali ke rumahnya setelah banjir bandang di Desa Devighat, Distrik Nuwakot, Nepal, 27 Agustus 2026. Sumber: (FOTO: EPA/NARENDRA SHRESTHA)

BIDUR, NEPAL (GLOBALSIAR) – Tim search and rescue (SAR) terus berpacu dengan waktu untuk mengevakuasi para penyintas dan mencari lebih dari 1.400 orang yang masih hilang setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda perbatasan Nepal-Tibet. Jumlah korban tewas terus bertambah menjadi 392 orang, terutama di desa-desa yang tersapu habis, menurut laporan terbaru pada Kamis (27/8).

Bencana yang terjadi pada Rabu (26/8) ini menghancurkan rumah-rumah, merobohkan jembatan dan bendungan, serta menyeret kendaraan. Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyatakan bahwa bencana tersebut disebabkan oleh runtuhnya gletser yang memicu aliran besar puing-puing es, yang awalnya dilaporkan sebagai gempa berkekuatan magnitudo 4,4 tetapi setelah analisis diketahui sebagai runtuhnya gletser dan aliran puing.

Polisi Nepal menyatakan telah menemukan 389 jenazah, sementara 910 orang lainnya, termasuk 517 wisatawan asing, tidak dapat dihubungi di negara itu. Beijing melaporkan 100 warga China juga hilang di Nepal. Warga India merupakan kelompok warga asing terbanyak yang hilang, sementara Amerika Serikat menyatakan 90 warganya tidak dapat dihubungi. Warga asing lain yang tidak dapat dihubungi berasal dari Australia, Inggris, Malaysia, Belanda, Portugal, Afrika Selatan, dan Korea Selatan, menurut badan pariwisata Nepal.

Di sisi China, media pemerintah melaporkan bahwa “bencana longsor lumpur” di Pelabuhan Gyirong, Tibet, menewaskan tiga orang, sementara 558 orang, termasuk 260 warga asing, hilang. Para ahli memperingatkan adanya risiko banjir susulan karena air tertahan oleh timbunan puing dalam jumlah besar yang menyumbat lembah, dengan Divisi Prakiraan Banjir Kathmandu mengeluarkan pemberitahuan khusus tentang danau yang terus membesar di balik timbunan puing dan menyerukan kewaspadaan tinggi.

Perdana Menteri Nepal Balendra Shah, yang menyerukan seluruh negeri “bersatu” beberapa jam setelah bencana, mengunjungi daerah yang paling parah terdampak pada Kamis dan meminta pemerintah daerah untuk segera memberikan bantuan kepada keluarga yang mengungsi serta membuka kembali jalan yang terputus. Pemimpin spiritual Buddha Dalai Lama, yang hidup dalam pengasingan di India, menyatakan akan berdoa bagi semua orang yang kehilangan nyawa.

[Red/SKP]

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pria di Bangkalan Tertipu Imam Mahdi Gadungan Hingga Rp 1,3 Miliar

21 Oktober 2026 - 23:06 WIB

PDI-P Tegas Tolak Usulan Luhut Soal Penghapusan Unsur Kerugian Negara dalam Korupsi

21 Oktober 2026 - 23:03 WIB

Dishut Sumbar Ungkap Status Lahan Sawit di Lokasi Bekas Karhutla Dharmasraya

21 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Prabowo Subianto Soroti Sindiran Negara Asing Mengenai Isu Karhutla di Indonesia

21 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Jaksa Resmi Tolak Pembelaan Nurman Herin Terkait Klaim Intervensi Penyidik

21 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Trending di Headline