Zhoumi Super Junior-M Ditunjuk sebagai CEO Perusahaan Gabungan SM-TME Mengintip Replika Tembok Konstantinopel di Balik Layar Serial Mehmed: Fetihler Sultanı Undertale: The Determination Symphony Hadir di Jakarta 11 Oktober 2026 Ekonom: Kerja Sama Indonesia-Rusia Positif untuk Perluasan Ekspor Vicky Shu Akui Hobi Berdagang, Tak Gengsi Cari Job hingga Jualan di Media Sosial IU Siap Rilis Karya Baru pada September 2026, Rilis Video Teaser

Teknologi dan AI

Hyundai Ungkap Strategi 2030: Kembangkan Robotaxi, Teknologi AI, hingga Baterai Baru

badge-check


					Hyundai Ungkap Strategi 2030: Kembangkan Robotaxi, Teknologi AI, hingga Baterai Baru Perbesar

JAKARTA (GLOBALSIAR) – Dalam acara untuk investor, produsen otomotif asal Korea Selatan, Hyundai, mengungkapkan strategi perusahaan hingga tahun 2030. Rencana tersebut mencakup pengembangan robotaxi, teknologi kecerdasan buatan (AI), baterai generasi terbaru, hingga penambahan kapasitas produksi global, seperti dilaporkan oleh CarsCoops pada Kamis (27/8/2026). Ambisi ini tidak hanya untuk menyediakan deretan kendaraan terbaru, tetapi juga untuk perluasan bisnis.

Pada sektor kendaraan otonom, Hyundai akan mulai mengirimkan robotaxi berbasis Ioniq 5 kepada Waymo pada kuartal IV tahun 2026. Armada tersebut ditargetkan membuka peluang perluasan layanan robotaxi Waymo ke pasar internasional paling cepat pada tahun 2027. Selain Waymo, Motional, perusahaan kendaraan otonom yang dimiliki Hyundai, dijadwalkan memulai operasi komersial robotaxi Ioniq 5 di Las Vegas, Amerika Serikat, pada akhir 2026, dengan ekspansi ke kota lain direncanakan pada 2027.

Hyundai juga akan menetapkan standar arsitektur sensor kendaraan berbasis ekosistem Nvidia. Langkah ini memungkinkan data dari Hyundai Motor, Kia, 42dot, dan Motional dikumpulkan dalam standar yang sama, sehingga pembelajaran dari satu proyek dapat diterapkan pada pengembangan lainnya. Untuk kendaraan konsumen, Hyundai menargetkan penerapan sistem AI kemudi otonom bernama Atria AI mulai akhir 2026. Teknologi tersebut akan menjadi dasar pengembangan sistem Level 2+ yang ditargetkan hadir pada 2028 dan secara bertahap berkembang menuju kemampuan Level 4.

Pada sektor elektrifikasi, Hyundai mengembangkan sel baterai baru yang diklaim mampu menghasilkan daya lebih dari dua kali lipat dibandingkan sel nikel tinggi sebelumnya, serta mampu memangkas waktu pengisian hingga 40 persen. Mulai 2027, Hyundai akan menggunakan sel NCM nikel menengah yang ditargetkan menekan biaya baterai sekitar 30 persen, dengan kepadatan energi disebut 30 persen lebih tinggi dibandingkan baterai LFP ukuran serupa. Sementara itu, sistem manajemen baterai berbasis cloud akan diperbarui pada 2028, yang diperkirakan dapat memperpanjang usia baterai rata-rata hingga 20 persen.

Dari sisi manufaktur, Hyundai menargetkan lebih dari 100 model baru hingga 2030 dan menambah kapasitas produksi global sebesar 1,27 juta unit. Tambahan kapasitas itu berasal dari Amerika Utara (500.000 unit), India (320.000 unit), Korea (200.000 unit), serta fasilitas perakitan CKD (250.000 unit). Khusus Amerika Utara, Hyundai juga menaikkan target penggunaan komponen lokal menjadi 80 persen dari sebelumnya 60 persen, sekaligus menyiapkan lebih dari 10 model hybrid yang diproduksi di kawasan tersebut hingga 2030.

[Red/SKP]

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ekonom: Kerja Sama Indonesia-Rusia Positif untuk Perluasan Ekspor

5 September 2026 - 03:00 WIB

Danantara Dorong Transformasi Menyeluruh Rumah Sakit BUMN di Bawah IHC

4 September 2026 - 20:03 WIB

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Biofuel, Hidrogen, hingga Konservasi Lewat Enam Kesepakatan

4 September 2026 - 19:30 WIB

Filep Wamafma Desak Transparansi Pengelolaan PI 10 Persen BP Tangguh di Papua Barat

4 September 2026 - 18:05 WIB

XL Axiata dan Smartfren Akselerasi Jaringan 5G, Targetkan RI Masuk Tiga Besar Internet Asia

4 September 2026 - 17:38 WIB

Trending di Ekonomi & Bisnis