JAKARTA (GLOBALSIAR) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan 48 genset untuk mendukung fasilitas kesehatan di wilayah terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam keterangannya dari Badung, Bali, pada Kamis (27/8/2026).
“Kementerian ESDM kirim 48 genset untuk tenda-tenda puskesmas untuk pengobatan, dan mereka tidak ada genset,” ujar Bahlil. Sebanyak 48 genset tersebut akan disalurkan ke tujuh kabupaten terdampak. Selain itu, Kementerian ESDM bersama pelaku usaha sektor ESDM juga telah mendirikan sekitar 30 posko tanggap darurat untuk mendukung penanganan masyarakat. Dukungan ini diarahkan agar layanan dasar, terutama fasilitas kesehatan, tetap dapat berjalan dalam kondisi pascabencana.
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil ketika melaporkan kesiapan dukungan energi untuk penanganan pascabencana, saat mendampingi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meninjau Lapangan Berdikari, Kabupaten Nagekeo, NTT, pada Rabu (26/8/2026). Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menyampaikan duka cita kepada warga yang kehilangan anggota keluarga dan menjelaskan langkah pemerintah selama masa tanggap darurat. “Saya menyampaikan kepada seluruh rakyat Flores, daerah-daerah yang kena bencana, ucapan belasungkawa saya, mereka yang kehilangan keluarganya,” kata Prabowo. Presiden memastikan pemerintah terus memantau kondisi dan mengirim bantuan untuk membantu masyarakat terdampak.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga Selasa (25/8), jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang terjadi di wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8) pukul 05.58 WITA, bertambah menjadi 103 jiwa.
[Red/SKP]
















