
Petugas Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Magelang menunjukkan gambar erupsi Gunung Merapi. Sumber: (Metro TV/ Lorien Nurajay Oxa)
JAWA TENGAH (GLOBALSIAR) – Aktivitas Gunung Merapi kembali meningkat. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat terjadinya Awan Panas Guguran (APG) yang mengarah ke sektor barat daya pada Selasa (25/8/2026). Petugas Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Magelang, Basith, melaporkan bahwa awan panas guguran tersebut memiliki estimasi jarak luncur 2.000 meter ke arah barat daya, tepatnya di hulu Kali Sat/Putih.
Kejadian ini tercatat pada pukul 11.04 WIB dengan amplitudo maksimum APG sebesar 59,3 milimeter dan durasi 142,81 detik. Selain satu kali gempa Awan Panas Guguran, BPPTKG juga mencatat 22 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-34 milimeter dan durasi 50,32-203,77 detik. Kemudian, tercatat 17 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-23 milimeter dan durasi 11,54-47,95 detik, serta satu kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 3 milimeter dan durasi 32,73 detik.
Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung dan berpotensi memicu awan panas guguran susulan di area bahaya. Belum ada laporan mengenai dampak hujan abu hingga Selasa siang, dan masyarakat di sekitar lereng Merapi masih beraktivitas normal.
Meskipun demikian, masyarakat dilarang melakukan aktivitas di zona bahaya sesuai rekomendasi yang telah ditetapkan dan diimbau untuk mewaspadai ancaman lahar hujan di alur sungai. “Masyarakat yang berada di wilayah KLB Gunung Merapi agar menjauhi wilayah bahaya dan sungai yang berhulu di Gunung Merapi,” ujar Basith. BPPTKG akan meninjau kembali status aktivitas Gunung Merapi apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan.
[Red/SKP]
















