JAKARTA, GLOBALSIAR.COM (30/10/2026) – Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) mengawali perdagangan di pasar spot akhir pekan ini dengan kecenderungan positif. Mata uang Garuda terpantau menguat tipis sebesar 4 poin atau sekitar 0,02 persen, sehingga menempati posisi Rp 18.127 per dollar AS jika dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya yang berada pada level Rp 18.131 per dollar AS.
Pergerakan terbatas mata uang domestik ini dipengaruhi oleh sikap hati-hati para pelaku pasar yang tengah menantikan rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat. Fokus utama investor saat ini tertuju pada pengumuman angka inflasi pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) serta data ketenagakerjaan non-pertanian yang akan menjadi indikator kunci bagi arah kebijakan moneter bank sentral AS, The Federal Reserve.
Di sisi lain, kondisi fundamental ekonomi dalam negeri yang tetap solid menjadi penopang stabilitas nilai tukar. Ekspektasi terhadap inflasi yang terkendali dan pertumbuhan ekonomi nasional yang terjaga memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan domestik, meskipun indeks dollar AS (DXY) masih menunjukkan fluktuasi di pasar global seiring ketidakpastian kondisi geopolitik.
Para pengamat pasar memproyeksikan rupiah akan bergerak dalam rentang konsolidasi sepanjang hari ini dengan tetap memantau arus modal asing di pasar obligasi dan saham. Ketahanan mata uang rupiah ke depan akan sangat bergantung pada respons pasar terhadap data-data ekonomi eksternal yang akan segera dirilis. Laporan mengenai dinamika nilai tukar mata uang ini disusun kembali oleh GlobalSiar.
















