PALU, GLOBALSIAR.COM (29/10/2026) – Lonjakan signifikan melanda komoditas cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Kota Palu, Sulawesi Tengah, di mana harga jual kini menyentuh angka Rp 130.000 per kilogram. Kenaikan yang terjadi secara mendadak ini menjadi perhatian serius otoritas terkait karena nilainya yang jauh di atas rata-rata harga normal, sehingga berdampak langsung pada daya beli masyarakat setempat.
Perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menjelaskan bahwa penyebab utama melambungnya harga ini adalah minimnya pasokan dari daerah-daerah sentra produksi. Faktor cuaca ekstrem yang tidak menentu telah mengakibatkan gangguan pada masa panen petani, yang kemudian memicu kelangkaan barang di tingkat distributor hingga pedagang eceran di pasar-pasar utama Kota Palu.
Selain kendala alam, hambatan dalam jalur distribusi antardaerah juga diidentifikasi sebagai faktor pendukung kenaikan harga pangan ini. Mengingat ketergantungan wilayah terhadap stok dari luar daerah, terganggunya logistik membuat ketersediaan cabai semakin menipis di tengah permintaan pasar yang tetap stabil atau bahkan cenderung meningkat, sehingga hukum pasar memaksa harga bergerak ke level tertinggi.
Pemerintah pusat melalui Kemendagri terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Palu untuk segera melakukan langkah-langkah mitigasi, termasuk kemungkinan dilaksanakannya operasi pasar guna menekan laju inflasi daerah. Pemantauan harga kebutuhan pokok lainnya juga ditingkatkan untuk memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga bagi warga Sulawesi Tengah. Laporan ini disusun kembali oleh redaksi GlobalSiar.com.














