BOGOR, GLOBALSIAR.COM (28 OKTOBER 2026) – Investigasi mendalam terkait insiden keracunan yang menimpa sejumlah warga dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Dramaga kini mengarah pada temuan baru. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dari otoritas kesehatan setempat, dugaan kuat penyebab gangguan kesehatan tersebut berasal dari bumbu kacang yang diolah oleh pihak ketiga atau vendor eksternal.
Temuan ini didasarkan pada penelusuran rantai pasok makanan di mana komponen bumbu kacang tersebut tidak diproduksi langsung di dapur utama program. Sampel sisa makanan, termasuk bumbu kacang yang dicurigai, telah dikirim ke laboratorium untuk dilakukan uji toksikologi dan mikrobiologi guna memastikan jenis kontaminan yang memicu gejala keracunan pada para korban.
Dinas Kesehatan dan pihak terkait kini tengah memperketat pengawasan terhadap seluruh mitra penyedia bahan baku maupun makanan olahan yang terlibat dalam distribusi MBG. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap standar higienitas dan prosedur operasional standar (SOP) keamanan pangan dipatuhi secara ketat guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa mendatang.
Pemerintah daerah menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kontrak kerja sama dengan pihak ketiga yang terbukti lalai dalam menjaga kualitas keamanan pangan. Upaya pemulihan bagi para korban juga terus dipantau secara intensif oleh tim medis.
Hingga saat ini, proses investigasi laboratorium masih berlangsung untuk mendapatkan hasil final yang akan menjadi dasar tindakan hukum atau administratif selanjutnya. Fokus utama otoritas saat ini adalah menjamin keselamatan publik dan memastikan keberlanjutan program pemenuhan gizi tetap berjalan dengan standar keamanan yang tidak dapat ditawar, sebagaimana laporan ini disusun kembali oleh GlobalSiar.















