BBPJN Sumut Respons Penetapan 8 Tersangka Kasus Korupsi Jalan oleh KPK Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura Demi Prioritas Kebutuhan Domestik Sufmi Dasco Ahmad Respons Keluhan Malaysia dan Singapura Soal Kabut Asap Kapolda Riau Larang Keras Pengolahan Lahan Bekas Karhutla Unjuk Rasa di Sudirman Jakarta Pusat Ricuh, Satu Demonstran Sempat Diamankan Petugas Terungkap Kronologi Kebakaran TPA Supit Urang Malang, Polisi Tetapkan Buruh Kebun Sebagai Tersangka

Headline

Dedikasi Tanpa Batas, Guru di Seruyan Terjang Kabut Asap Pekat Demi Mengajar

badge-check


					(Auliya Rahman) Perbesar

(Auliya Rahman)

SERUYAN, GLOBALSIAR.COM (27 OKTOBER 2026) – Sejumlah tenaga pendidik di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, harus berjibaku dengan kabut asap pekat dan tebalnya debu jalanan demi menjalankan tugas mulia mengajar di sekolah. Kondisi kualitas udara yang memburuk akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut tidak menyurutkan semangat para guru untuk tetap menempuh perjalanan jauh menuju instansi pendidikan mereka masing-masing, meskipun jarak pandang dilaporkan sangat terbatas dan membahayakan keselamatan berkendara.

Perjalanan yang biasanya ditempuh dalam waktu normal kini menjadi jauh lebih berisiko dan memakan waktu lebih lama akibat visibility yang sangat rendah. Para guru terpaksa menggunakan perlengkapan pelindung ekstra, seperti masker ganda dan kacamata pelindung, guna meminimalisir dampak buruk dari paparan asap menyengat serta partikel debu yang beterbangan di sepanjang rute perjalanan darat. Di beberapa titik, jarak pandang bahkan dilaporkan hanya mencapai hitungan meter, sehingga menuntut kewaspadaan tinggi bagi siapa pun yang melintas.

Kondisi lingkungan yang tidak sehat ini merupakan dampak langsung dari meningkatnya titik panas di berbagai wilayah Kalimantan Tengah selama musim kemarau. Meski tim satuan tugas gabungan terus berupaya melakukan pemadaman di area yang terbakar, sisa pembakaran yang menghasilkan kabut asap tebal masih menyelimuti jalur-jalur transportasi utama masyarakat. Para pendidik di Seruyan mengungkapkan bahwa mereka tetap memilih masuk sekolah agar hak pendidikan para siswa tidak terabaikan meskipun risiko gangguan pernapasan selalu mengintai.

Aksi heroik para pahlawan tanpa tanda jasa ini menjadi cerminan nyata dari dedikasi tinggi di tengah bencana ekologis yang melanda Bumi Tambun Bungai. Pemerintah daerah dan pihak terkait diharapkan dapat segera mengambil langkah taktis untuk melindungi kesehatan warga, terutama para pekerja di sektor publik yang harus tetap beraktivitas di luar ruangan. Laporan mengenai perjuangan para guru dalam menembus kabut asap di Seruyan ini disusun kembali oleh GlobalSiar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BBPJN Sumut Respons Penetapan 8 Tersangka Kasus Korupsi Jalan oleh KPK

28 Oktober 2026 - 23:06 WIB

Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura Demi Prioritas Kebutuhan Domestik

28 Oktober 2026 - 23:03 WIB

Sufmi Dasco Ahmad Respons Keluhan Malaysia dan Singapura Soal Kabut Asap

28 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Kapolda Riau Larang Keras Pengolahan Lahan Bekas Karhutla

28 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Unjuk Rasa di Sudirman Jakarta Pusat Ricuh, Satu Demonstran Sempat Diamankan Petugas

28 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Trending di Headline