SEMARANG, GLOBALSIAR.COM (26 OKTOBER 2026) – Institusi Kepolisian Republik Indonesia berduka atas kepulangan Kompol Aditia Mulya Ramdhani yang mengembuskan napas terakhirnya setelah berjuang melawan masa koma selama tujuh tahun. Perwira menengah tersebut meninggal dunia di RSUP Dr Kariadi Semarang akibat komplikasi dari luka berat yang dialaminya saat menjalankan tugas pengamanan di masa lalu. Kepergiannya menjadi pengingat akan besarnya risiko dan pengorbanan seorang aparat penegak hukum dalam menjaga stabilitas keamanan negara.
Tragedi yang menimpa Kompol Aditia bermula pada Mei 2019, ketika ia menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Wonogiri dengan pangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP). Saat itu, ia tengah berupaya menghalau bentrokan antara dua kelompok massa perguruan silat yang bersitegang di wilayah Sidoharjo, Wonogiri. Namun, di tengah upaya mediasi dan pencegahan konflik tersebut, ia justru menjadi sasaran pengeroyokan oleh oknum massa yang menyebabkan cedera otak sangat serius hingga membuatnya kehilangan kesadaran selama bertahun-tahun.
Selama masa perawatan yang panjang, pihak keluarga dan kepolisian telah melakukan berbagai upaya medis maksimal untuk memulihkan kondisi kesehatan Aditia, termasuk mengirimnya untuk menjalani pengobatan di Singapura. Meski sempat menunjukkan perkembangan kecil di awal masa perawatan, kondisi fisiknya tetap memerlukan bantuan alat medis hingga akhirnya Tuhan berkehendak lain. Semangat pengabdian yang ditunjukkannya sebelum insiden tersebut tetap dikenang oleh rekan sejawat sebagai teladan seorang pelindung masyarakat.
Jenazah almarhum rencananya akan dimakamkan dengan upacara penghormatan militer sebagai bentuk apresiasi tertinggi atas dedikasi dan jasanya yang tak terhingga bagi institusi Polri. Keluarga besar kepolisian serta masyarakat luas turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya sosok Bhayangkara sejati ini.
Sosok Kompol Aditia Mulya Ramdhani dikenal sebagai pribadi yang tegas namun tetap humanis dalam menjalankan tugas di lapangan. Keberaniannya untuk masuk ke tengah kerumunan massa yang emosional demi mencegah jatuhnya korban jiwa lebih banyak menjadi bukti nyata integritasnya. Kini, perjuangan panjangnya telah usai, meninggalkan warisan keteladanan bagi generasi penerus di korps kepolisian. Laporan ini disusun kembali oleh GlobalSiar.















