JAKARTA, GLOBALSIAR.COM (26 Oktober 2026) – Pramono Anung secara resmi mengungkapkan agendanya untuk melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara guna membahas rencana penerbitan obligasi daerah Jakarta senilai Rp 2 triliun. Langkah strategis ini dimaksudkan untuk memperluas ruang fiskal pemerintah daerah dalam mendanai proyek-proyek pembangunan prioritas yang membutuhkan alokasi dana signifikan di masa mendatang.
Dalam penjelasannya, Pramono menekankan bahwa ketergantungan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) saja tidak akan cukup untuk membiayai percepatan infrastruktur yang masif. Penerbitan surat utang daerah atau Municipal Bond ini dipandang sebagai instrumen pembiayaan inovatif yang lazim dilakukan oleh kota-kota besar di dunia demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan penyediaan fasilitas publik yang berkualitas bagi warga Jakarta.
Pertemuan dengan pihak Kementerian Keuangan nantinya akan difokuskan pada sinkronisasi regulasi serta pemenuhan syarat-syarat teknis agar obligasi tersebut memiliki rating yang kredibel di mata investor. Pramono optimistis bahwa dengan pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel, Jakarta memiliki kapasitas yang kuat untuk membayar kembali kewajiban tersebut melalui peningkatan produktivitas kota dan pendapatan asli daerah di masa depan.
Rencana ini juga diharapkan dapat menjadi preseden positif bagi daerah lain dalam memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan pembangunan yang sah dan berkelanjutan. Melalui koordinasi yang intensif dengan pemerintah pusat, diharapkan proses administrasi dan izin dari otoritas terkait dapat berjalan lancar demi kepentingan publik, di mana laporan ini telah disusun kembali oleh tim redaksi GlobalSiar.














