TIBET, GLOBALSIAR.COM (24 OKTOBER 2026) – Bencana gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,0 mengguncang wilayah Tibet yang mengakibatkan sedikitnya 16 orang dilaporkan meninggal dunia. Getaran yang sangat kuat ini menghancurkan sejumlah bangunan serta infrastruktur publik di area terdampak, memicu kepanikan warga yang berada di sekitar pusat gempa.
Tim penyelamat saat ini masih berupaya keras melakukan evakuasi terhadap warga yang diduga masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan. Otoritas setempat mencatat bahwa kedalaman pusat gempa yang cukup dangkal menjadi penyebab utama besarnya kerusakan yang ditimbulkan pada pemukiman penduduk di kawasan pegunungan tersebut.
Merespons kejadian ini, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu) segera melakukan pengecekan mendalam terhadap status keamanan warga negara Indonesia di lokasi tersebut. Hasil pemantauan terkini memastikan bahwa tidak ada WNI yang menjadi korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa yang mengguncang dataran tinggi Tibet tersebut.
Kemlu meminta para WNI di wilayah tersebut untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan serta senantiasa mengikuti arahan dari pemerintah setempat guna menjaga keselamatan diri. Pihak KBRI juga terus membuka layanan komunikasi bagi warga yang membutuhkan bantuan darurat, dan laporan ini disusun kembali oleh GlobalSiar.













