WONOSOBO, GLOBALSIAR.COM (20 OKTOBER 2026) – Sebanyak 152 pendaki terpaksa dievakuasi secara darurat dari kawasan puncak dan lereng Gunung Sumbing menyusul terjadinya kebakaran hutan yang meluas di area tersebut. Operasi penyelamatan besar-besaran ini dilakukan pada tengah malam guna memastikan keselamatan seluruh pendaki yang terjebak di tengah kepungan asap dan kobaran api. Tim gabungan bergerak cepat menyisir jalur-jalur pendakian untuk menjemput para pendaki agar segera turun ke titik aman.
Proses evakuasi berlangsung cukup menantang mengingat medan pendakian yang terjal ditambah terbatasnya jarak pandang akibat asap pekat dan kegelapan malam. Berdasarkan informasi dari petugas di lapangan, ratusan pendaki tersebut tersebar di beberapa titik sebelum akhirnya berhasil dikumpulkan dan dipandu turun oleh tim evakuasi. Petugas keamanan memastikan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan tidak ada satu pun warga atau pendaki yang tertinggal di area rawan kebakaran.
Sebagai langkah antisipasi lebih lanjut, otoritas setempat telah memutuskan untuk menutup total seluruh jalur pendakian Gunung Sumbing hingga batas waktu yang belum ditentukan. Upaya pemadaman titik api masih terus diupayakan oleh personel gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan masyarakat sekitar. Fokus pemadaman diarahkan pada titik-titik api yang berpotensi merembet ke vegetasi yang lebih luas di kawasan hutan lindung tersebut.
Hingga saat ini, belum dilaporkan adanya korban jiwa dalam insiden kebakaran hutan tersebut, dan seluruh pendaki yang telah dievakuasi dilaporkan dalam kondisi selamat meskipun sebagian mengalami kelelahan fisik. Pihak berwenang masih melakukan investigasi mendalam untuk mengetahui penyebab pasti munculnya api yang memicu kebakaran hebat ini. Laporan ini disusun kembali oleh tim redaksi GlobalSiar.















