JAKARTA, GLOBALSIAR.COM (20 OKTOBER 2026) – Sebuah insiden penembakan yang melibatkan sesama anggota kepolisian terjadi di area markas, mengakibatkan tewasnya Bharatu Laurentius. Pelaku penembakan diidentifikasi sebagai Bharada Andika, yang merupakan junior dari korban. Peristiwa berdarah ini memicu guncangan hebat di lingkungan internal kepolisian mengingat lokasi kejadian yang berada di dalam fasilitas keamanan utama.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun di lapangan, Bharada Andika melepaskan tembakan yang mengenai bagian vital korban hingga menyebabkan Bharatu Laurentius kehilangan nyawa di tempat kejadian. Tak lama setelah aksi tersebut, petugas keamanan lainnya segera mengamankan pelaku tanpa perlawanan berarti. Senjata api yang digunakan dalam insiden tersebut kini telah disita sebagai barang bukti utama untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap motif di balik tindakan nekat Bharada Andika. Tim dari Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) telah turun tangan guna memeriksa apakah terdapat unsur perselisihan pribadi atau faktor tekanan lain yang memicu terjadinya pelanggaran berat ini. Jenazah korban juga telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan prosedur autopsi guna kepentingan hukum.
Pimpinan kepolisian menyatakan keprihatinan mendalam atas kejadian ini dan berjanji akan memproses kasus tersebut secara transparan dan sesuai dengan hukum yang berlaku. Pengawasan terhadap penggunaan senjata api di kalangan personel kini menjadi perhatian serius agar tragedi serupa tidak terulang kembali di masa depan. Laporan terkait kasus penembakan antaranggota polisi di markas ini disusun kembali oleh GlobalSiar.
















