CIAMIS, GLOBALSIAR.COM (19 OKTOBER 2026) – Rombongan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dikejutkan oleh tindakan spontan warga Desa Cintajaya, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, yang secara sengaja mengalihkan rute perjalanan mereka. Alih-alih membiarkan iring-iringan kendaraan melewati jalur protokol yang mulus, masyarakat mengarahkan rombongan untuk melintasi jalan dusun yang kondisinya rusak parah. Aksi ini dilakukan warga sebagai upaya diplomasi langsung agar calon pemimpin tersebut merasakan sendiri penderitaan masyarakat akibat infrastruktur yang terbengkalai.
Berdasarkan pantauan di lokasi, warga yang telah berkumpul sejak pagi tampak antusias saat menyambut kedatangan mantan Bupati Purwakarta tersebut. Saat kendaraan rombongan mendekat, sejumlah pemuda dan tokoh masyarakat setempat mengarahkan pengemudi untuk berbelok menuju jalur alternatif di Dusun Citaman. Jalan tersebut dipenuhi lubang besar dan genangan air, yang memaksa kendaraan mewah dalam rombongan harus melaju dengan kecepatan sangat rendah dan ekstra hati-hati guna menghindari kerusakan mesin.
Dedi Mulyadi sendiri menanggapi pengalihan rute tersebut dengan sikap terbuka dan tidak menunjukkan keberatan. Ia bahkan sempat turun dari kendaraannya untuk menyapa warga dan melihat langsung kondisi jalan yang dikeluhkan. Dalam dialog singkat dengan masyarakat, Dedi mendengarkan berbagai aspirasi mengenai pentingnya akses jalan yang layak bagi mobilitas ekonomi desa. Warga berharap agar jika terpilih nanti, perbaikan jalan di pelosok Ciamis menjadi prioritas utama pemerintah provinsi.
Menutup kunjungannya, Dedi mengapresiasi cara warga menyampaikan aspirasi yang dinilainya sangat kreatif dan jujur. Baginya, pengalaman melintasi jalan rusak tersebut memberikan gambaran nyata mengenai pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dalam pembangunan infrastruktur di Jawa Barat. Ia berkomitmen untuk memperjuangkan anggaran perbaikan jalan pedesaan demi meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Hingga saat ini, kondisi jalan di wilayah Lakbok memang menjadi salah satu perhatian utama warga setempat karena dampaknya yang signifikan terhadap distribusi hasil pertanian. Dedi berjanji akan mencatat masukan dari warga Desa Cintajaya sebagai bahan evaluasi dalam penyusunan program kerja ke depan. Dengan adanya kejadian ini, diharapkan perhatian pemerintah daerah maupun provinsi terhadap infrastruktur pinggiran semakin meningkat. Laporan ini disusun kembali dan diterbitkan secara resmi oleh GlobalSiar.













