KENDARI, GLOBALSIAR.COM (19 OKTOBER 2026) – Sejumlah wilayah di Sulawesi Tenggara saat ini tengah menghadapi kepungan kabut asap tebal yang menyelimuti ruang publik. Fenomena alam ini dilaporkan telah mengganggu aktivitas rutin masyarakat dan menurunkan kualitas udara secara signifikan di beberapa titik pemukiman serta jalur transportasi utama dalam waktu singkat.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, intensitas kabut asap yang kian pekat telah menyebabkan jarak pandang mendatar menurun drastis hingga menyentuh angka di bawah 5 kilometer. Kondisi visibilitas yang terbatas ini mulai memicu kekhawatiran bagi para pengguna jalan serta sektor transportasi udara dan laut yang mengandalkan jarak pandang optimal demi keamanan operasional.
Kemunculan kabut asap ini diidentifikasi bersumber dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah titik di wilayah tersebut. Instansi terkait terus melakukan pemantauan terhadap kemunculan titik panas (hotspot) baru serta mengimbau warga untuk membatasi aktivitas di luar ruangan atau setidaknya menggunakan pelindung pernapasan guna menghindari dampak buruk polusi udara.
Pemerintah daerah bersama tim penanggulangan bencana kini tengah berupaya melakukan langkah-langkah mitigasi untuk memadamkan api di sumbernya agar sebaran asap tidak semakin meluas ke area perkotaan. Laporan mengenai situasi terkini terkait dampak kabut asap di Sulawesi Tenggara ini disusun kembali oleh GlobalSiar berdasarkan perkembangan situasi di lokasi kejadian.
Upaya pemadaman dan pendinginan lahan terus digalakkan meski terkendala oleh kondisi angin kencang yang dapat mempercepat penyebaran asap ke wilayah lain. Masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem dan selalu memantau informasi resmi dari pihak berwenang terkait perkembangan kualitas udara di sekitarnya.













