JAKARTA, GLOBALSIAR.COM (17/10/2026) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, secara resmi mengonfirmasi adanya penyusutan durasi ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di pasar domestik. Saat ini, ketersediaan bahan bakar penugasan tersebut tercatat berada pada rentang 16 hingga 18 hari, angka yang menunjukkan penurunan dibandingkan dengan kondisi normal yang biasanya mampu menjaga ketahanan cadangan selama 20 hingga 21 hari.
Bahlil mengidentifikasi bahwa kendala teknis yang terjadi pada operasional Kilang Balikpapan milik PT Pertamina (Persero) menjadi penyebab utama di balik penurunan level stok tersebut. Gangguan pada infrastruktur kilang ini mengakibatkan proses produksi tidak berjalan maksimal, sehingga volume pasokan harian yang didistribusikan ke berbagai daerah mengalami hambatan sementara waktu.
Pemerintah memastikan bahwa koordinasi intensif dengan pihak Pertamina terus dilakukan untuk mempercepat pemulihan fasilitas produksi di kilang tersebut. Langkah-langkah mitigasi juga telah disiapkan agar distribusi ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tetap berjalan lancar guna menghindari kelangkaan di tingkat konsumen meskipun cadangan nasional sedang dalam masa penyesuaian.
Masyarakat diharapkan tidak melakukan aksi panic buying karena proses perbaikan teknis kilang dijadwalkan akan segera tuntas untuk mengembalikan posisi stok ke level aman semula. Pemerintah menjamin ketersediaan energi di tengah masyarakat tetap menjadi prioritas utama dalam penanganan kendala operasional infrastruktur migas ini, sebagaimana dilaporkan kembali oleh GlobalSiar.

















