WASHINGTON, GLOBALSIAR.COM (17/10/2026) – Defisit anggaran pemerintah Amerika Serikat dilaporkan melonjak tajam hingga mendekati angka 2 triliun dollar AS pada penutupan tahun fiskal 2024. Kenaikan signifikan ini didorong oleh pembengkakan biaya pembayaran bunga utang publik serta peningkatan pengeluaran untuk program jaminan sosial dan sektor pertahanan. Data resmi dari Departemen Keuangan menunjukkan angka defisit mencapai 1,833 triliun dollar AS, yang menjadi rekor tertinggi di luar masa darurat pandemi COVID-19.
Total belanja negara sepanjang tahun fiskal yang berakhir pada September lalu tercatat menembus 6,75 triliun dollar AS, atau mengalami kenaikan sebesar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Beban bunga atas utang nasional menjadi faktor paling krusial karena untuk pertama kalinya melampaui angka 1 triliun dollar AS. Kondisi ini dipicu oleh bertahannya tingkat suku bunga tinggi serta akumulasi utang nasional yang kini secara total telah melampaui angka 35 triliun dollar AS.
Di sisi lain, pendapatan negara sebenarnya juga mencatatkan pertumbuhan positif dengan mencapai rekor 4,9 triliun dollar AS berkat kenaikan setoran pajak penghasilan individu dan perusahaan. Namun, pertumbuhan pendapatan tersebut tetap tidak mampu mengimbangi laju belanja pemerintah yang masif. Alhasil, rasio defisit terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat merangkak naik menjadi 6,4 persen, meningkat dari angka 6,2 persen pada tahun fiskal sebelumnya.
Situasi fiskal yang cukup menekan ini muncul hanya dalam hitungan minggu sebelum pelaksanaan pemilihan presiden Amerika Serikat. Masalah utang dan defisit diprediksi akan menjadi sorotan utama dalam debat politik antara para kandidat terkait arah kebijakan fiskal dan rencana pemotongan pajak di masa mendatang. Laporan ini disusun kembali oleh GlobalSiar.

















