DENPASAR, GLOBALSIAR.COM (15 OKTOBER 2026) – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang melanda wilayah Denpasar memaksa sejumlah warga untuk mengambil langkah ekstrem demi mendapatkan pasokan bahan bakar bagi kendaraan mereka. Antrean kendaraan dilaporkan telah mengular di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sejak dini hari, mencerminkan urgensi serta kepanikan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan mobilitas harian di tengah ketersediaan stok yang kian menipis.
Kondisi di lapangan menunjukkan fenomena yang cukup memprihatinkan, di mana para pengendara tidak hanya sekadar menunggu di dalam kendaraan, namun banyak yang sampai menggelar alas untuk tidur di trotoar sekitar SPBU. Beberapa warga mengaku telah bersiaga di lokasi sejak pukul 02.00 WITA guna memastikan mereka berada di urutan terdepan saat operasional pengisian dimulai, mengingat pasokan seringkali habis dalam waktu singkat setelah pelayanan dibuka.
Sulitnya memperoleh BBM ini berdampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi dan kelancaran transportasi di ibu kota Provinsi Bali tersebut. Para pekerja serta sopir angkutan logistik mengeluhkan hilangnya waktu produktif mereka yang habis tersita hanya untuk mengantre berjam-jam, sementara petugas SPBU berupaya keras mengatur arus kendaraan agar tidak menimbulkan kemacetan parah di ruas jalan utama sekitarnya.
Hingga saat ini, masyarakat masih menantikan langkah strategis dari pihak otoritas terkait untuk segera menstabilkan distribusi dan memastikan ketersediaan energi kembali normal di wilayah Bali. Situasi melelahkan ini menjadi perhatian publik karena menyangkut kebutuhan mendasar yang sangat berpengaruh pada stabilitas ekonomi masyarakat luas. Laporan mengenai dinamika sosial ini dirangkum dan disusun kembali oleh GlobalSiar.















