TERNATE, GLOBALSIAR.COM (15 OKTOBER 2026) – Kota Ternate saat ini tengah menghadapi situasi darurat kualitas udara menyusul kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti seluruh wilayah kota. Fenomena ini tidak hanya menurunkan jarak pandang bagi para pengendara, tetapi juga mulai memberikan dampak nyata terhadap kesehatan masyarakat yang terpapar polusi udara secara terus-menerus.
Laporan medis terkini menunjukkan adanya lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA, di mana puluhan warga dilaporkan mulai mendatangi fasilitas kesehatan dengan keluhan sesak napas, batuk, dan iritasi tenggorokan. Kelompok anak-anak dan lansia menjadi yang paling terdampak oleh partikel debu sisa pembakaran yang terbawa angin hingga ke pemukiman padat penduduk di pusat kota.
Sebagai langkah respons cepat, otoritas kesehatan setempat bersama relawan telah turun ke jalan untuk mendistribusikan ribuan masker kepada masyarakat guna meminimalisir risiko gangguan kesehatan lebih lanjut. Masyarakat juga sangat disarankan untuk membatasi kegiatan di luar rumah jika tidak bersifat mendesak serta menjaga asupan air putih guna menjaga kebugaran tubuh di tengah cuaca yang kering dan berdebu.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait saat ini masih terus memantau pergerakan arah angin dan sebaran asap yang diduga berasal dari titik api di pulau-pulau sekitar. Koordinasi lintas sektor diperkuat untuk mempercepat penanganan sumber api agar kualitas udara dapat segera kembali normal dan menjamin keselamatan seluruh warga, sebagaimana laporan ini disusun kembali oleh GlobalSiar.















