JAKARTA, GLOBALSIAR.COM (13 OKTOBER 2026) – Wakil Perdana Menteri Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi, melakukan kunjungan diplomatik ke Jakarta untuk mendiskusikan langkah-langkah strategis terkait penanganan kabut asap lintas batas. Isu lingkungan ini menjadi salah satu prioritas dalam pertemuan bilateral tersebut guna memastikan kualitas udara di kawasan Asia Tenggara tetap terjaga. Ahmad Zahid menekankan bahwa kolaborasi antara kedua negara merupakan kunci utama dalam mengatasi tantangan musiman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam pertemuan tersebut, pihak Malaysia memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya konsisten pemerintah Indonesia dalam memitigasi titik panas di berbagai wilayah rawan kebakaran. Langkah-langkah preventif yang telah dijalankan oleh otoritas terkait di Indonesia dinilai mampu mengurangi frekuensi kiriman asap ke negara tetangga secara signifikan. Meski demikian, kedua belah pihak sepakat bahwa protokol penanganan bencana harus terus diperbarui seiring dengan dinamika perubahan iklim yang sulit diprediksi.
Selain membahas pencegahan, diskusi ini juga mencakup penguatan kerangka kerja sama melalui ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution. Malaysia menyatakan kesiapannya untuk berbagi teknologi pemantauan kualitas udara dan sistem peringatan dini yang lebih canggih. Fokus kerja sama ini tidak hanya pada pemadaman api, tetapi juga pada edukasi masyarakat serta penegakan hukum yang tegas terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pembakaran lahan secara ilegal.
Kunjungan ini diharapkan dapat memperkokoh hubungan harmonis antara Kuala Lumpur dan Jakarta dalam menjaga stabilitas lingkungan dan ekonomi regional. Dengan adanya komitmen kuat dari kedua pemimpin, transparansi data dan kecepatan respons dalam menangani krisis kabut asap diharapkan menjadi standar baru di masa depan. Laporan informatif ini disusun kembali dan diulas secara mendalam oleh redaksi GlobalSiar.














