SIKKA, GLOBALSIAR.COM (12 OKTOBER 2026) – Kondisi kekeringan ekstrem yang melanda Desa Wolomotong di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, telah memaksa warga setempat melakukan upaya luar biasa demi mendapatkan air bersih. Masyarakat di wilayah tersebut kini harus bersabar mengantre hingga berjam-jam hanya untuk menanti tetesan air yang keluar secara perlahan dari balik celah bebatuan. Situasi ini mencerminkan krisis air yang kian mengkhawatirkan bagi kelangsungan hidup harian penduduk desa.
Sumber mata air yang biasanya menjadi tumpuan utama warga kini telah mengering total akibat musim kemarau yang berkepanjangan di wilayah tersebut. Kondisi geografis yang kering menyebabkan debit air menurun drastis hingga hanya menyisakan rembesan di area perbukitan berbatu yang sulit dijangkau. Warga terpaksa meletakkan wadah kecil di bawah titik rembesan tersebut dan menunggu dalam waktu yang sangat lama hanya untuk mengisi satu jeriken penuh.
Selain harus berjuang mendapatkan air dari celah batu, sebagian warga juga terpaksa menempuh perjalanan jauh dengan medan yang terjal demi mencari sumber air alternatif lainnya. Minimnya infrastruktur distribusi air bersih di daerah pelosok ini memperparah keadaan, sehingga masyarakat sangat bergantung pada fenomena alam yang ada. Masalah ini tidak hanya berdampak pada kebutuhan konsumsi, namun juga mulai mengganggu standar sanitasi dan kesehatan warga secara menyeluruh.
Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan langkah-langkah darurat, seperti penyaluran tangki air bersih atau pembangunan sumur bor permanen sebagai solusi jangka panjang. Penanganan yang cepat sangat diperlukan mengingat kekeringan ini merupakan bencana tahunan yang terus membebani ekonomi dan sosial warga setempat. Laporan mengenai perjuangan warga Desa Wolomotong dalam menghadapi krisis air ini disusun kembali oleh GlobalSiar.













