SEMANU, GLOBALSIAR.COM (09/10/2026) – Insiden medis darurat menimpa sedikitnya 19 pelajar yang terpaksa dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat setelah terpapar zat kimia yang diduga berasal dari gas air mata. Kejadian ini berlangsung secara tiba-tiba saat Kepolisian Resor setempat tengah melaksanakan simulasi pengamanan unjuk rasa di area yang berdekatan dengan lokasi sekolah para siswa tersebut.
Berdasarkan informasi di lapangan, gas air mata yang ditembakkan dalam rangka latihan pengendalian massa tersebut terbawa angin hingga mencapai ruang-ruang kelas. Para siswa dilaporkan mengalami gejala sesak napas, mata perih, hingga mual hebat yang memicu kepanikan di lingkungan sekolah. Pihak sekolah segera melakukan evakuasi mandiri sebelum bantuan medis dari ambulans tiba di lokasi untuk memberikan pertolongan pertama.
Hingga saat ini, sebagian besar siswa masih menjalani observasi intensif di ruang instalasi gawat darurat guna memastikan kondisi pernapasan mereka kembali stabil. Tim medis menyatakan bahwa langkah cepat evakuasi sangat membantu meminimalisir dampak jangka panjang dari paparan gas tersebut. Pihak kepolisian pun telah menurunkan tim internal untuk melakukan investigasi menyeluruh terkait prosedur teknis penggunaan gas air mata dalam jarak yang terlalu dekat dengan fasilitas publik.
Perwakilan kepolisian menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dan dampak kesehatan yang dialami para siswa, serta berjanji akan mengevaluasi standar operasional prosedur latihan di masa mendatang. Situasi di sekitar lokasi sekolah kini mulai kondusif meskipun kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara untuk pemulihan kondisi psikis siswa. Laporan ini disusun dan dipublikasikan kembali oleh GlobalSiar.

















