MEDAN, GLOBALSIAR.COM (30 SEPTEMBER 2026) – Kasus kematian seorang mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter, Universitas Sumatera Utara (USU) berinisial NSH (21), tengah menjadi sorotan tajam publik. Mahasiswi tersebut ditemukan tidak bernyawa di dalam kamar kosnya yang berlokasi di kawasan Medan Baru, Kota Medan. Penemuan jasad korban memicu langkah cepat dari aparat kepolisian dan pihak birokrasi kampus untuk mendalami penyebab pasti di balik peristiwa tragis tersebut.
Tim Satreskrim Polrestabes Medan telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mengumpulkan sejumlah bukti fisik dan keterangan saksi di sekitar lokasi kejadian. Jenazah NSH kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk menjalani proses autopsi guna memastikan apakah terdapat unsur kekerasan atau indikasi lain yang menjadi penyebab kematian. Hingga saat ini, pihak berwenang masih menunggu hasil pemeriksaan medis secara menyeluruh sebelum memberikan kesimpulan akhir.
Seiring dengan proses hukum yang berjalan, muncul isu kuat mengenai dugaan praktik perundungan atau bullying yang dialami korban di lingkungan akademik sebelum ditemukan tewas. Menanggapi hal tersebut, pihak Rektorat USU melalui juru bicara humas menyatakan komitmennya untuk melakukan investigasi internal secara mendalam. Kampus memastikan akan menindak tegas jika terbukti ada pelanggaran kode etik atau tindakan intimidasi yang melibatkan pihak lain dalam lingkungan universitas.
Masyarakat dan rekan sejawat korban diimbau untuk tidak menyebarkan spekulasi liar sebelum adanya keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun hasil investigasi resmi universitas. Fokus utama saat ini adalah memberikan keadilan bagi almarhumah serta memastikan lingkungan pendidikan yang aman dari segala bentuk kekerasan fisik maupun psikis bagi seluruh mahasiswa. Laporan perkembangan kasus investigasi ini disusun kembali oleh tim redaksi GlobalSiar.












