PALEMBANG, GLOBALSIAR.COM (29/09/2026) – Meskipun pemerintah pusat telah mengalokasikan dana Bantuan Presiden (Banpres) sebesar Rp 100 miliar untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), titik api terpantau masih muncul di sejumlah wilayah Sumatera Selatan. Alokasi dana besar tersebut sejatinya ditujukan untuk memperkuat langkah mitigasi serta operasional pemadaman di lapangan, namun kondisi cuaca ekstrem dan karakteristik lahan gambut yang kering menjadi tantangan berat bagi tim satuan tugas.
Peningkatan aktivitas titik panas atau hotspot dilaporkan terjadi di beberapa kabupaten rawan, di mana api seringkali merambat di bawah permukaan tanah gambut yang sulit dijangkau. Satgas Karhutla Sumatera Selatan kini berfokus pada pengoptimalan penggunaan anggaran tersebut untuk mendukung operasional helikopter pengebom air (water bombing) serta memperluas jangkauan patroli darat di area yang memiliki aksesibilitas terbatas.
Selain upaya pemadaman api secara langsung, koordinasi antar-lembaga terus ditingkatkan untuk memastikan efektivitas penyerapan dana dalam pembangunan infrastruktur pencegahan seperti sekat kanal dan sumur bor. Upaya pembasahan lahan gambut menjadi prioritas utama guna mencegah api kembali muncul ke permukaan, mengingat risiko kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat serta aktivitas transportasi di wilayah tersebut.
Pihak berwenang juga menegaskan pentingnya penegakan hukum bagi oknum yang terbukti sengaja melakukan pembakaran lahan di tengah situasi siaga ini. Pemerintah daerah berharap sinergi antara bantuan finansial pusat dan kesiapsiagaan personel di lapangan dapat segera mengendalikan situasi sebelum puncak musim kemarau berakhir.
Hingga saat ini, monitoring melalui satelit terus dilakukan secara intensif selama 24 jam untuk mendeteksi munculnya titik api baru secara dini. Keterlibatan masyarakat peduli api di tingkat desa juga diperkuat sebagai garda terdepan dalam memberikan informasi cepat kepada tim pemadam gabungan agar kebakaran tidak meluas secara masif. Laporan ini disusun kembali oleh tim redaksi GlobalSiar berdasarkan informasi terkini mengenai penanganan karhutla di wilayah Sumatera Selatan.












