JAKARTA, GLOBALSIAR.COM (28 SEPTEMBER 2026) – Seorang mantan pejabat di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membeberkan fakta mengejutkan mengenai risiko keamanan yang dihadapi aparat setelah melakukan operasi penindakan skala besar. Dalam keterangannya di persidangan, ia menyebutkan bahwa tekanan dan ancaman fisik sering kali muncul sebagai konsekuensi dari upaya tegas memutus rantai penyelundupan barang ilegal di tanah air.
Kesaksian ini mengungkap sisi gelap dari tugas pengawasan di perbatasan dan pelabuhan yang sering kali luput dari perhatian publik. Menurut keterangan di ruang sidang, keberhasilan dalam menyita komoditas ilegal bernilai miliaran rupiah justru mengundang teror yang menyasar keselamatan pribadi maupun keluarga. Situasi di lapangan digambarkan jauh lebih kompleks dan berbahaya dibandingkan sekadar prosedur administratif rutin yang terlihat di permukaan.
Lebih lanjut, dalam persidangan tersebut juga dijelaskan bagaimana pola ancaman berkembang seiring dengan besarnya nilai ekonomi dari barang yang disita oleh negara. Fakta ini menjadi sorotan penting dalam proses pembuktian di pengadilan guna memahami konteks di balik tindakan-tindakan yang diambil oleh pejabat terkait selama masa jabatannya. Hakim dan jaksa penuntut umum terus mendalami relevansi antara tekanan eksternal tersebut dengan perkara hukum yang tengah bergulir.
Dinamika pengawasan kepabeanan yang penuh risiko ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi serius bagi penguatan perlindungan terhadap aparat penegak hukum yang bertugas di garda terdepan. Proses persidangan akan terus dilanjutkan dengan agenda mendengarkan keterangan dari saksi-saksi lainnya untuk memperjelas konstruksi perkara secara menyeluruh. Laporan mengenai pengakuan risiko jabatan di lingkungan kepabeanan ini ditulis ulang oleh GlobalSiar.












