Bebas Penjara, Indra Kenz Mengaku Kini Tak Punya Rumah Lagi Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Terkait Kasus Kematian Sutrimo Aksi Perampokan di Karawang: Uang Rp 1,3 Miliar Milik WNA Raib Dibawa Kabur Komplotan BNPB Ungkap Karhutla di 6 Provinsi Prioritas Menurun Drastis, Tersisa 96 Hektar Aparat Bubarkan Aksi Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Kampus USTJ Jayapura Aktivitas Tambang Ilegal di Sangihe Diduga Keruk Emas Senilai Rp 200 Miliar

Headline

Gibran Minta Maaf ke Korban Keracunan Makan Bergizi di Batang

badge-check


					(YUSUF BASTIAR/KOMPAS.COM) Perbesar

(YUSUF BASTIAR/KOMPAS.COM)

BATANG, GLOBALSIAR.COM (28/09/2026) – Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka secara langsung mengunjungi para siswa yang menjadi korban dugaan keracunan makanan di RSUD Kalisari, Kabupaten Batang. Insiden medis ini terjadi menyusul pelaksanaan uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar salah satu sekolah dasar di wilayah tersebut. Kehadiran Gibran di rumah sakit bertujuan untuk memastikan para korban mendapatkan penanganan medis yang optimal serta memberikan dukungan moril kepada keluarga pasien yang terdampak.

Dalam pertemuan dengan para orang tua siswa di bangsal perawatan, Gibran menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas kejadian yang tidak terduga ini. Ia mengakui adanya celah dalam pengawasan teknis saat uji coba berlangsung dan berkomitmen untuk melakukan evaluasi total terhadap seluruh ekosistem penyedia jasa boga atau katering yang terlibat. Langkah ini diambil guna menjamin standar keamanan pangan yang lebih ketat agar kejadian serupa tidak mencederai implementasi program strategis nasional tersebut di masa depan.

Otoritas kesehatan setempat bersama tim teknis terkait saat ini tengah melakukan investigasi mendalam dengan menguji sampel sisa makanan di laboratorium kesehatan guna mengetahui penyebab pasti kontaminasi. Gibran menegaskan bahwa seluruh biaya pengobatan dan perawatan para siswa akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak terkait, sehingga pihak keluarga tidak perlu mengkhawatirkan beban finansial. Penekanan diberikan pada pemulihan kesehatan siswa sebagai prioritas utama sebelum proses evaluasi administratif terhadap vendor dilakukan lebih lanjut.

Kejadian di Batang ini menjadi catatan krusial bagi pemerintah dalam menyusun protokol keamanan pangan yang lebih rigid untuk keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis secara nasional. Pengawasan mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi akan diperketat guna meminimalisir risiko kesehatan bagi anak-anak sekolah di seluruh Indonesia. Laporan ini disusun kembali oleh tim redaksi GlobalSiar berdasarkan fakta-fakta yang dihimpun dari lokasi kejadian.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bebas Penjara, Indra Kenz Mengaku Kini Tak Punya Rumah Lagi

30 September 2026 - 23:06 WIB

Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Terkait Kasus Kematian Sutrimo

30 September 2026 - 23:03 WIB

Aksi Perampokan di Karawang: Uang Rp 1,3 Miliar Milik WNA Raib Dibawa Kabur Komplotan

30 September 2026 - 23:00 WIB

BNPB Ungkap Karhutla di 6 Provinsi Prioritas Menurun Drastis, Tersisa 96 Hektar

30 September 2026 - 20:03 WIB

Aparat Bubarkan Aksi Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Kampus USTJ Jayapura

30 September 2026 - 20:00 WIB

Trending di Headline