JAKARTA, GLOBALSIAR.COM (26 SEPTEMBER 2026) – Irawati Puteri secara tegas memberikan klarifikasi serta membantah berbagai tuduhan yang belakangan ini menyeret namanya dalam polemik beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Melalui pernyataan resminya, ia menekankan bahwa narasi yang berkembang di media sosial dan sejumlah pemberitaan tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya sehingga merugikan integritas pribadinya.
Menyikapi penyebaran informasi tersebut, Irawati telah mengambil langkah proaktif dengan melaporkan permasalahan ini kepada pihak kepolisian. Tindakan hukum ini diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus upaya untuk membersihkan nama baiknya dari segala bentuk fitnah dan spekulasi yang tidak berdasar. Ia meyakini bahwa mekanisme hukum adalah cara yang paling tepat untuk menguji kebenaran materiil dari isu yang beredar.
Selain menempuh jalur hukum, Irawati juga menegaskan kesiapannya untuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait guna memberikan bukti-bukti pendukung yang diperlukan. Langkah ini diharapkan dapat mengakhiri simpang siur informasi di tengah masyarakat, terutama bagi publik yang selama ini mengikuti perkembangan prestasinya di bidang akademik dan profesional. Ia berkomitmen untuk terus transparan selama proses pemeriksaan berlangsung.
Pihak-pihak terkait dalam ekosistem beasiswa nasional juga diharapkan dapat memberikan ruang bagi klarifikasi yang objektif agar tidak muncul persepsi yang keliru mengenai prosedur penerimaan beasiswa negara. Fokus utama saat ini adalah memastikan bahwa diskursus publik didasarkan pada data yang valid dan bukan sekadar asumsi belaka. Artikel ini telah disusun kembali oleh tim redaksi GlobalSiar.
Irawati Puteri menegaskan bahwa dirinya menghormati segala prosedur yang ditetapkan oleh lembaga penyedia beasiswa dan akan mengikuti seluruh rangkaian proses evaluasi jika diperlukan. Ia mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyaring informasi yang belum teruji kebenarannya guna menghindari kerugian bagi pihak-pihak yang terlibat dalam isu ini secara tidak adil. Laporan mendalam ini ditulis ulang oleh GlobalSiar.












